Puisi Eddie MNS Soemanto

0
16

Doa

satu doa yang menurut hamba paling lucu
adalah:
“Ya Tuhan, maafkanlah dosa-dosa para pemimpin kami.”

padahal beberapa hari yang lalu
beberapa teman baru saja dirumahkan
tanpa diberi konpensasi

merapal doa seperti itu setiap pagi
apa akan menghentikan kebiasaan
memecat?
doa balik bertanya pada hamba

Padang, 14.5.18

Penjaga Malam

bapak tidur jam berapa?
saya menemani Tuhan, jadi tidak tidur

wah, bapak pasti penjaga malam yang hebat

tidak. hebat itu bos saya
dia tidur sambil memikirkan pekerjaan

kenapa bapak penjaga malam tidak tidur?
saya penjaga malam, maka saya tidak tidur
itu pekerjaan saya

saya mengganti tidur esok harinya
di sana saya bebas meninabobokan
kelelahan dan kepenatan
memang pekerjaan itu bikin capek
tapi membuat bahagia

agar terlelap, pekerjaan tak saya pikirkan
ia ikut copot begitu baju seragam dilepas

itulah yang membedakannya dengan bos saya
itu….

Padang, 13916

Kuas

bekerjalah dengan baik
selebihnya serahkan nasibmu pada induk semangmu
di sini hanya ada tuan, bukan Tuhan
walau kadang, keduanya sering ketukar-tukar

siapa bilang hidup ini kejam
bukan. ia hanya sedang tak memihak padamu
di dunia kerja, ada dua jalan pilihan
karir atau uang
tapi percayalah, sekarang ini baik saja tidak cukup
hebat juga, kadang mubazir
untuk karir yang bagus, kamu harus menyiapkan kuas yang bagus juga
jadilah tukang kuas yang mahir
terutama mahir memelintir

saran saya;
latihlah setiap hari lidahmu untuk menguas

Padang, 21.9.16

Tuhan, Terimakasih Rotinya

— Tanpopo Anis

aku makan roti
roti sisa semalam
yang ada semut kecilnya

tak ada mentega
atau gula
apalagi kopi
hanya pedas asam semut kecil
yang ikut tergigit

tak ada listrik
atau lilin
hanya bias memantul
menyembul dari lobang bekas paku
sedang hari masih sangat dingin

Tuhan, terima kasih rotinya
tapi aku lupa mengusir semutnya
(tapi aku tak sempat mengusir semutnya)

Padang, 2016

Pergi Ke Barat

tanpa barat, sumatera barat tak ada
begitupun indonesia bagian barat
diduga juga tak pernah ada
termasuk jawa barat, dan papua barat
janganlah suka membenci barat
apalagi sampai memboikot filem barat

orang dulu selain belajar ke arab
juga pergi ke barat

bukan karena rumahku
menghadap ke barat
maka aku menyukai barat
tetapi ini semata tak lebih dari
matahari yang terbenam di situ
menikmati sunset
menggelar karpet di atas batu
saling berkelakar dan memotret

Konten Terkait:  Puisi Purwadmadi

kenapa harus membenci barat
sementara hati masih berkarat

Padang, 2016

Eddie MNS Soemanto, dilahirkan tanggal 4 Mei 1968 di Padang, Sumatera Barat. Bernama asli Edy Sumanto. Menulis dan menyenangi puisi, cerita pendek, cerita anak, dan juga hal-hal yang berbau humor.

Puisi-puisinya tergabung dalam Rantak 8 (1991), Rumpun (1992), Kebangkitan Nusantara II (1996), Slonding (1998), Puisi 1999 Sumatera Barat (1999), Narasi 34 Jam (2001), Dialog Taneyan Lanjang (2012), Habituasi Wajah Semesta (2013), Kidung Kekasih (2013), Puisi Menolak Korupsi 2 (2013), Secangkir Kopi (2013), Persembahan Senja (2013), Kemilau Mutiara Januari (2014), Duka Gaza Duka Kita (2014), Lumbung Puisi I (2014), Solo dalam Puisi (2014),
Voices Breaking Silence (2014), Gemuruh Ingatan (2014), A Peace of Me Anthology (2014), Memo untuk Presiden (2014), Pengantin Langit (2014), Jaket Kuning Sukirnanto (2014),
Sang Peneroka (2014), Serumpun (2015), Puisi Menolak Korupsi 4 (2015), Tubuh Bencana (2014), Memo untuk Wakil Rakyat (2015), Lumbung Puisi III (2015), Patah Tumbuh Hilang Berganti (2015), Surau Kampung Gelatik (2015), Memo untuk Wakil Rakyat (2015), Negeri Laut (Dari Negeri Poci 6, 2015), Kalimantan Rinduku yang Abadi.

Sudah membukukan puisi-puisinya dalam buku Konfigurasi Angin (1997), dan Kekasih Hujan (2014). (2015), Dangiang Ki Sunda (Haiku, 2015), Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta (2016)), Memo Anti Terorisme (2016), Sakkarepmu (2016), Matahari Cinta Samudera Kata (2016), Ije Jela, Tifa Nusantara 3 (2016), Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak (2016), Gelombang Puisi Maritim (2016), 1000 Haiku Indonesia 2 (2016), 6,5 SR Luka Pidie Jaya (2017), Nyanyian Puisi untuk Ane Matahari (2017), Lebih Baik Putih Tulang Dari Pada Putih Mata (2017), Negeri Awan (Dari Negeri Poci 7, 2017), Bergerak dengan Nurani (Bunga Rampai PMK, 2017), The First Drop Of Rain (2017), Senyuman Lembah Ijen (2018), Amore a Paris (kc, 2013), Sepenggal Rindu Dibatasi Waktu (kc, 2015), Satu puisinya “Jakarta” berhasil jadi salah satu juara dua dalam Kompetisi @puisi360 via Twitter.

Saat ini, selain menulis dan mengisi TTS, ia bekerja di dunia otomotif di Padang. Bisa dihubungi di hp. 085274892969, email [email protected] FB. Eddie MNS Soemanto, Twitter @ciritayam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here