Acaraki, Kedai Jamu Menggunakan Manual Brewing

0
42
Barista Jamu di Acaraki
Barista Jamu di Acaraki

Di saat sedang menjamur kehadiran kedai kopi di Jakarta, muncul sebuah kedai jamu, yang spesial menyajikan minuman warisan leluhur. Kedai jamu ini memiliki nama “Acaraki” yang terletak di dalam Gedung Kerta Niaga, Jalan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta Barat.

Kedai Acaraki mengusung konsep tempat dengan nuansa kedai kopi seperti biasanya. Bedanya, kedai Acaraki ini menyajikan jamu-jamu tradisional yang menggunakan berbagai macam rempah-rempah Indonesia dan diolah menggunakan teknik manual brewing seperti yang ditemukan di kedai kopi.

Salah satu minuman Acaraki
Salah satu minuman Acaraki

Jamu yang identik dengan minuman sesepuh jadi tampak kekinian di Acaraki. Terbukti, banyak anak muda yang datang ke kedai dan mencicipi berbagai menu jamu, serta tak lupa untuk mengabadikan momen dengan jepretan kamera mirrorless.

Owner kedai Acaraki, Jony Yuwono menjelaskan bahwa nama kedainya diambil dari nama-nama profesi dalam Prasasti Madawapura peninggalan Kerajaan Majapahit. Salah satunya adalah Acaraki sebagai peracik jamu.

Suasana Kedai Jamu Acaraki
Suasana Kedai Jamu Acaraki

Popularitas penyajian kopi membuat Jony melakukan riset tentang jamu yang dilakukan sejak 2014. “Kalau lihat sejarahnya kita punya minuman tradisional yang bisa kita kembangkan seperti beras kencur dan kunyit asam. Kopi sendiri berasal dari Ethiopia. Kenapa banyak yang mengulik kopi, tidak mengulik jamu? Makanya dari situ muncul ide dan kami mulai survei,” ujar Jony.

Ia menuturkan bahwa dahulu kopi diminum secara tradisional dengan mengambil biji, dikeringkan lalu di-roasting, kemudian digodok dan dibuang ampas diambil sari kopi tersebut. Kemudian kopi berevolusi dengan hadirnya alat-alat brewing seperti V60 dan lain-lain.

“Kalau kita ke kafe pasti kita tidak bertanya khasiatnya, tapi kita nanya tingkat keasaman, tingkat rousted dan lain-lain. Kenapa jamu kita tidak?” tanya Jony.

Kedai Acaraki
Kedai Acaraki

Bahan dasar jamu berasal dari tempat yang berbeda untuk menghasilkan cita rasa yang berbeda, sama seperti kopi. Bahan dasar jamu kebanyakan ditanam di tanah sehingga lebih menyerap banyak mineral.

Konten Terkait:  Ketoprak Jakarta menggoda di Yogya

Jony mengungkap, ada stigma yang muncul di masyarakat bahwa jamu itu pahit, kopi juga rasanya pahit, sama halnya seperti jamu. Karena itu, Jony berusaha merubah persepsi masyarakat bahwa minum jamu itu akan lebih enak ketika disajikannya dengan manual Brew dan French Press.

Menyuguhkan Jamu Untuk Pelanggan
Menyuguhkan Jamu Untuk Pelanggan

Saat ini baru ada 2 jenis yang dipasarkan, yakni jamu Beras Kencur dan jamu Kunyit Asam dengan tingkat kepekatan rasa dari light, medium, dan bold.

” Saat ini kami sudah ada pabrik dan kerja sama dengan para petani untuk bahan baku jamu. Tugas kami ke depannya adalah memastikan setiap pelanggan merasa puas ketika keluar dari kafe. Target pasar Acaraki pun lebih ke anak muda,” ungkapnya.

Jony optimistis dapat menjadikan jamu menjadi tren yang baik, sama halnya tren minum kopi. Acaraki Jamu buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 22.00. Harga minumannya mulai dari Rp 17.000 hingga Rp 27.000. (*)

PETA LOKASI:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here