Merti Dusun Mangir yang terletak di Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY telah berlangsung sejak lama. Dulu penyelenggaraan acara ini berjalan dengan sederhana dan telah menjadi tradisi setempat. Penyelenggaraan Merti Dusun Mangir dengan kemasan seni budaya yang lebih menarik baru diselenggarakan 3-4 tahun belakangan ini.

Ada yang khas atau unik dengan Merti Dusun Mangir, yakni dusun yang menjadi wilayah utama Ki Ageng Mangir Wanabaya di masa lalu, yaitu dengan diadakannya jamasan Sela Gilang Mangir. Sela Gilang Mangir merupakan salah satu peninggalan Ki Ageng Mangir yang diduga menjadi dhampar Ki Ageng Mangir. Penyelenggaraan Merti Dusun Mangir Tahun 2018 ini mengambil tema Mikul Dhuwur Mendhem Jero Ki Ageng Mangir Wanabaya.

Bregada Mangir mengawal kirab dalam Merti Dusun Mangir 2018-Foto-A.SartonoBregada Mangir mengawal kirab dalam Merti Dusun Mangir 2018-Foto-A.Sartono
Bregada Mangir mengawal kirab dalam Merti Dusun Mangir 2018-Foto-A.SartonoBregada Mangir mengawal kirab dalam Merti Dusun Mangir 2018-Foto-A.Sartono

Rangkaian acara Merti Dusun Mangir telah dimulai sejak tanggal 30 September, 1-7 Oktober dan 14 Oktober 2018. Ada pun rangkaian acaranya di antaranya adalah sebagai berikut, ziarah ke Makam Ki Ageng Mangir, Kirab, Umbul Donga, Jamasan Sela Gilang, Pentas Potensi Seni Mangir, Pentas Ketoprak Mangir, Jamasan Nunggal Banyu, Pagelaran Wayang Kulit, Festival Gudeg Manggar, Launching Buku Sejarah Ki Ageng Mangir, Pentas Reog Gagak Rimang Mangir, Jalan Sehat dan Festival Dolanan Anak.

Khusus untuk Jamasan Sela Gilang Ki Ageng Mangir dilaksanakan hari Senin malam (malam Selasa Kliwon), 1 Oktober 2018. Rangkaian acara jamasan dimulai dengan kirab jodhang yang dilakukan oleh semua warga Pedukuhan Mangir Lor, Mangir Tengah, dan Mangir Kidul yang dibagi dalam kelompok per RT. Masing-masing kelompok (RT) membawa jodang yang berisi makanan, di antaranya adalah ingkung ayam, nasi gurih, pisang raja, dan aneka lauk pauk. Selain itu, dikirabkan juga air dari tujuh sumber untuk men-jamas Sela Gilang.

Ubarampe yang disiapkan masing-masing RT di Dusun Mangir untuk dibagikan-Foto-A.Sartono
Ubarampe yang disiapkan masing-masing RT di Dusun Mangir untuk dibagikan-Foto-A.Sartono

Rombongan kirab dikawal oleh Bregada Mangir Wanabaya, tokoh dusun setempat, dan sesepuh dusun. Kirab air dari tujuh sumber dan jodhang secara resmi diterima oleh jurukunci Sela Gilang Mangir yakni Subakri didampingi Muhammad Irwan Susanto ST selaku Lurah Sendangsari, Drs Sambudi Riyanto selaku Camat Pajangan, Kwintarto Heru Prabowo SSos selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Muspika, anggota DPRD DIY, dan beberapa tokoh setempat.

Konten Terkait:  Gege Diaz Menari adalah Ekspresi Diri

Masing-masing makanan diletakkan di meja yang sudah disiapkan di sisi cepuri Sela Gilang. Semua makanan ini nantinya dibagikan ke semua yang datang setelah terlebih dulu didoakan (Umbul Donga) dan jamasan sela gilang. Umbul donga dilakukan oleh tiga orang rois dari masing-masing pedukuhan, Mangir Lor, Mangir Tengah, dan Mangir Kidul. Usai umbul donga juga dilaksanakan jamasan Sela Gilang Mangir. Jamasan dilakukan oleh semua tokoh yang hadir secara bergantian. Usai jamasan dilaksanakan tabur bunga di atas sela gilang. Setelah semua itu selesai kemudian dilaksanakan upacara pengucuran air tujuh sumber di sekeliling cepuri sela gilang. Usai itu semua hidangan yang telah disiapkan dibagikan kepada semua yang hadir.

Dari kiri ke kanan, Lurah Desa Sendangsari, Camat Pajangan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Danramil Pajangan, Kapolsek Pajangan berfoto bersama dalam acara Merti Dusun Mangir 2018-Foto-A.Sartono
Dari kiri ke kanan, Lurah Desa Sendangsari, Camat Pajangan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Danramil Pajangan, Kapolsek Pajangan berfoto bersama dalam acara Merti Dusun Mangir 2018-Foto-A.Sartono

Muhammad Irwan Susanto ST selaku Kepala Desa Sendangsari dalam kesempatan ini juga melantunkan tembang panembrama Subakastawa yang isi syairnya antara lain menghaturkan pujian dan syukur kepada Tuhan atas kelimpahan berkatnya karena telah menganugerahkan kesehatan, sandang pangan, ketenteraman, dan segalanya yang tiada putus-putusnya kepada warga Mangir. Selain itu tembang yang dilantunklan bersama dalam tuntunan Lurah Sendangsari itu juga berisi imbauan agar warga Mangir terus bersatu, guyub rukun, bertindak baik dan benar, menghindari segala perilaku buruk agar lingkungan, nusa, dan bangsa semakin jaya. Hendaknya bisa bertindak ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

Prosesi tabur bunga di atas sela gilang di Dusun Mangir-Foto-A.Sartono
Prosesi tabur bunga di atas sela gilang di Dusun Mangir-Foto-A.Sartono

Dalam kesempatan ini Dusun Mangir juga menyampaikan kenang-kenangan kepada para undangan. Kenang-kenangan itu berisi beberapa produk khas Mangir, yakni gula jawa, tempe yang dibungkus daun, stiker tentang persaudaraan trah/sedulur Mangir dan telur asin. Selain itu, beberapa tamu juga berkesempatan menikmati gudeg manggar yang juga menjadi ikon Dusun Mangir. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here