Setelah berhasil memukau penonton pada 18 Agustus 2018 di Taman Ismail Marzuki, konser orkes kota Jakarta City Philharmonic kembali hadir dalam pertunjukan ke-16 nya di tempat yang sama, pada Rabu 26 September 2018. Konser kali ini mengusung tema “Persatuan” yang di dalamnya akan diwarnai tiga karya dari Jacques Ibert, Johannes Brahms, dan Singgih Sanjaya.

Ibert, pemenang Prix de Rom 1919, tidak bisa dikotakkan dalam satu gaya tertentu. Dengan gaya teatralnya, Ibert menyatukan berbagai tangga nada: mayor-minor, modal, dan oktatonik.

Karya Ibert yang akan dipentaskan ialah “Konserto Seruling”. Melalui Flutis Senior Indonesia, Marini Wisdyastari akan memperkenalkan Konserto Seruling Ibert yang penuh warna.

Marini Wisdyastari telah menggeluti dunia Flute sejak 15 tahun itu merupakan pendiri JakFlute, sebuah komunitas ensemble pertama di Indonesia.

Bukan hanya itu, Marini juga seorang Flutis di Jakarta Simfonia Orkestra (Stephen Tong dan Jahja Ling) serta Jakarta Concert Orchestra (Avip Priatna).
Selanjutnya yang akan dipertunjukkan adalah “Simfoni No.4 dalam E Minor Op.98” karya Johannes Brahms. Jakarta City Philharmonic mengambil karya Brahms karena Simfoni Brahms menjadi persatuan sebuah tradisi era klasik dengan bentuk sonata yang kaku, bahkan juga passacaglia dari era barok – bergabung dengan elemen progresi harmoni yang sangat avant garde di gapura post romantik.

Terakhir dari Ibu Pertiwi yaitu Karya Singgih Sanjaya “Nagara Krtagama” atau kisah Pembangunan Negara yang ditulis Mpu Prapanca tahun Saka 1287 (1365 Masehi) yang menjadi dokumentasi kejayaan kerajaan Majapahit. Persatuan menjadi wacana keberhasilan, kemudian keruntuhannya. Selama acara itu berlangsung, karya-karya itu akan diaba-aba langsung oleh Pengaba Utama Jakarta City Philharmonic, Budi Utomo Prabowo. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here