Abad Tristan Sihgit masih berusia 14 tahun tapi sudah dua kali berpameran tunggal. Tahun lalu berpameran di Jogja Gallery, dan tahun ini di Tirana Art Space, Yogyakarta, hingga 15 September. Kedua pamerannya hadir dengan warna-warni yang memikat dalam pengelompokan ruang-ruang puzzle. Yang berbeda hanya temanya.

Tema pamerannya kali ini adalah ‘Outer Space’, yang berbau fiksi sains. Tajuk ini dipilih karena Abad sedang tertarik dengan benda dan makhluk luar angkasa. Menurut seniman Arif Hanung TS dalam pengantarnya, Outer Space dirasakan Abad bisa mewakili imaji-imajinya tentang luar angkasa tanpa adanya kepentingan lain yang memengaruhinya.

Abad Tristan, 'Morione', AOC, 100x80 cm, 2018. Foto Barata
Abad Tristan, ‘Morione’, AOC, 100×80 cm, 2018. Foto Barata

Dalam pameran ini, Abad memamerkan 10 karya baru. Ia kembali memadukan beberapa objek menjadi satu karya. Melalui puzzle, dimungkinkan perpaduan semacam itu. Hanung mencontohkan karya yang berjudul ‘Focktacle 30’, Abad mengimajinasikan sebuah pesawat UFO (Unidentied Flying Object) dan tentakel gurita. Begitu pula judul karya ‘Splankto 8’, diambilnya dari ship dan plankton, karena ia teringat pesawat besar (ship) milih S.H.I.E.L.D di film The Avenger . Sedangkan pengetahuan tentag plankton dikenalnya dari pelajaran IPA di sekolah dan diperolehnya dari internet.

Karya lainnya, ‘Rockstoad’, dibuat dengan gabungan tiga objek, yakni roket (rocket), bintang (star), dan kaki kodok (toad). Bagi Abad, roket berbentuk dasar segilima yang menghadap ke atas dengan dorongan pengapian dari bawah, dan mempunyai sistem kendali di tengah. Bentuk roket itu terinspirasi dari bentuk bintang, sedangkan jilatan api yang keluar menyerupai kaki kodok. Hanung memuji, ketiga objek ini sangatlah berbeda jika disandingkan menjadi satu, namun Abad dapat menggabungkan tiga hal tersebut menjadi satu objek, satu frame, dan satu judul.

Abad Tristan, 'Rockstood', AOC, 50x50 cm, 2018. Foto Barata
Abad Tristan, ‘Rockstood’, AOC, 50×50 cm, 2018. Foto Barata

Bagi Hanung, metode yang dipakai oleh Abad ini sangat menarik. Berawal dari kesukaaan Abad terhadap komik, cergam, dan puzzle di masa kanak-kanaknya, hingga sekarang ia mempunyai metode sendiri untuk menuangkan ide-ide khasnya. Melalui penggabungan puzzle, Abad mengekspresikan gagasan, visualitas, dan istilah dalam judul-judul karyanya.

Dalam pengantar pameran Abad tahun 2017, seniman Iqro’Ahmad Ibrahim Laili Subhki mengatakan pada awal kelas 4 SD Abad sudah mulai membuat gambar dengan menggabungkan dua objek yang dia sebut sebagai gambar hibrida atau persilangan gambar.

Abad Tristan, 'Splankto 8', AOC, 60x50 cm, 2018. Foto Barata
Abad Tristan, ‘Splankto 8’, AOC, 60×50 cm, 2018. Foto Barata

Melihat kedua pameran Abad, terasa ada kesegaran. Jika dalam permainan puzlle, kepingan yang disatukan berdasarkan contoh gambar yang sudah jadi. Dalam puzzle Abad, kepingan, bentuk dan warna dibentuk berdasarkan imajinasi dan rasa yang berproses. Ditambah dengan penciptaan cangkokan atau hibrida yang melahirkan sosok baru yang unik dan memikat. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here