Tradisi Upacara Merti Dusun Srunggo I dan Srunggo II di Plataran Gua Cerme, Selopamioro, Bantul, Yogyakarta, telah berjalan lama. Sejak tahun 1970-an acara ini dilengkapi dengan kirab jodang (semacam kotak yang dihias yang di dalamnya berisi ubarampe/makanan, buah, lauk, dan lain-lain). Jodang berisi ubarampe dan kemudian melengkapi upacara ini harus dibawa dengan cara dipiikul setidaknya oleh empat orang personil. Demikian pulalah yang terjadi dengan Upacara Merti Dusun dan Kirab Jodang Gua Cerme pada hari Minggu, 9 September 2018.

Merti Dusun dan Kirab Jodang Gua Cerme ini menjadi media bertemunya warga dua dusun, yakni Dusun Srunggo I dan Dusun Srunggo II. Dalam acara seperti ini semua warga terlibat. Ada sekitar 800 keluarga yang terlibat dalam acara ini. Jika dalam satu keluarga beranggotakan empat orang, maka jumlah yang terlibat sekitar 3.200 orang. Itu pun belum dihitung para tamu undangan, awak media, dan orang-orang dati luar dua dusun itu yang juga datang ke lokasi untuk menyaksikan acara tersebut.

Jodang-jodang yang dipersiapkan untuk Upacara Merti Dusun dan Kirab Jodang Gua Cerme-Foto-A.Sartono
Jodang-jodang yang dipersiapkan untuk Upacara Merti Dusun dan Kirab Jodang Gua Cerme-Foto-A.Sartono

Dusun Srunggo I dan II terdiri dari 22 RT. Jika masing-masing RT mengeluarkan satu jodang, maka jodang yang disajikan dalam acara ini adalah 22 buah. Itu pun masih ditambah 800 sarang (besek) kenduri lengkap dengan segala macam lauk. Ribuan sisir buah pisang. Ribuan kotak nasi gurih lengkap dengan lauk, ratusan sarang (wadah yang terbuat dari janur) berisi aneka buah dan aneka rebusan (singkong, ubi, kacang, jagung).

Upacara Merti Dusun Srunggo I dan II di Gua Cerme ini menjadi semacam pesta dusun. Rangkaian acara tersebut sesungguhnya telah dimulai pada malam Jumat Kliwon, 6 September 2018 dengan kegiatan ziarah kubur. Minggu, 9 September 2018 adalah acara puncak. Keseluruhan acara itu diakhiri dengan acara penutupan berupa pementasan wayang kulit oleh dalang Ki Warjiyo dari Gunung Kidul.

Konten Terkait:  Fotografi 2 Kota Karya Mahasiswa 2 Kampus
Nasi kenduri dan ubarampe yang dipersiapkan dalam Upacara Merti Dusun dan Kirab Jodang Gua Cerme-Foto-A.Sartono
Nasi kenduri dan ubarampe yang dipersiapkan dalam Upacara Merti Dusun dan Kirab Jodang Gua Cerme-Foto-A.Sartono

Menurut Ponijo (56), Ketua LKMD Desa Selopamioro, acara ini merupakan bentuk ucapan syukur warga kedua Dusun Srunggo kepada Tuhan atas berkah melimpah yang boleh mereka nikmati selama satu tahun ini. Selain itu upacara ini juga merupakan wujud dari permohonan warga kepada Tuhan agar tahun-tahun yang akan mereka jalani ke depan dapat berjalan lancar tidak ada halangan suatu apa pun. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan rejeki dan perlindunganNya. Upacara ini juga menjadi wujud nyata warga setempat untuk bersedekah, berbagi kepada sesama.

Oleh karena itu, setelah upacara selesai semua orang yang hadir di tempat itu diberi satu takir/kotak nasi gurih lengkap dengan lauk dan buah. Jadi, pada acara semacam itu tidak ada orang yang tidak makan di tempat itu. Semua bersyukur, bergembira, dan berbagi.

Panjangilang atau sarang, terbuat dari anyaman janur dan digunakan untuk wadah buah atau makanan dalam hajatan di dusun-dusun-Foto-A.Sartono
Panjangilang atau sarang, terbuat dari anyaman janur dan digunakan untuk wadah buah atau makanan dalam hajatan di dusun-dusun-Foto-A.Sartono

Kwintarto Heru Prabowo SSos selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul dalam sambutannya menyampaikan bahwa hendaknya acara semacam ini yang merupakan pengejewantahan dari silaturahmi tetap terus dilestarikan. Apa yang dilakukan warga Srunggo I dan II ini dapat dipandang juga sebagai bentuk pengejawantahan nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam acara ini ada religiusitas, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial. Acara semacam ini menyatukan dan mengeratkan tali silaturahmi, mengikis radikalisme, mengakui keberbedaan, namun tetap guyub rukun untuk terus aman dan sejahtera bersama.
(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here