Kembang Setaman, Buku Cerita Ilmiah yang Disusun oleh Orang Belanda

0
22
Gambar ilmiah terjadinya gerhana matahari, buku cerita orang Belanda-repro-suwandi
Gambar ilmiah terjadinya gerhana matahari, buku cerita orang Belanda-repro-suwandi

Ketika Belanda menjajah Indonesia, tidak hanya politik dan ekonomi saja yang menjadi perhatian bagi Belanda, tetapi juga ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang ditulis itu berkaitan dengan ilmu fisika, biologi, komunikasi, dan sebagainya. Dua di antara penulis Belanda tersebut adalah Deenik, AC dan Van Dijck, A.

Tentu saja yang ditulis itu mudah dipahami oleh masyarakat lokal, dalam hal ini masyarakat Jawa. Maka cerita-cerita ini dibuat sederhana, yang sebagian dihubungkan dengan mitos yang dipercaya oleh masyarakat Jawa. Tidak sebatas itu saja, begitu terkenalnya cerita-cerita ilmiah itu, kemudian oleh orang Jawa, cerita-cerita itu ditulis kembali dalam bahasa dan aksara Jawa. Tentu saja bertujuan agar bahasa dan aksara Jawa menjadi media komunikasi sehari-hari ketika itu.

Halaman sampul buku kembang setaman karangan orang Belanda-repro-suwandi
Halaman sampul buku kembang setaman karangan orang Belanda-repro-suwandi

Cerita-cerita ilmiah orang-orang Belanda di atas, kemudian diberi judul Kembang Setaman. Ada beberapa jilid buku Kembang Setaman. Salah satunya adalah Kembang Setaman Jilid 5, yang terdiri dari beberapa kisah, antara lain tentang gerhana matahari, hewan laba-laba, pos, dan lain-lain. Buku Kembang Setaman Jilid 5 dikeluarkan oleh penerbit JB Wolters Groningen Djakarta tahun 1951. Sementara penerjemah ke bahasa dan aksara Jawa adalah Raden Sasrasoegonda. Buku ini ketika terbit, seharga 2 f (2 Gulden), saat ini setara dengan sekitar Rp 160.000. Buku jlid 5 ini terdiri dari 13 judul dan 175 halaman.

Cerita ilmiah tentang gerhana matahari dari buku kembang setaman karya orang Belanda-repro-suwandi
Cerita ilmiah tentang gerhana matahari dari buku kembang setaman karya orang Belanda-repro-suwandi

Buku ini sekarang sudah tidak beredar di masyarakat. Namun begitu, buku ini masih bisa ditemui di perpustakaan, salah satunya adalah Perpustakaan Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Anda bisa membaca sepuasnya. Selain bisa memahami konsep bercerita orang Belanda yang serba ilmiah, Anda sekaligus belajar bahasa dan aksara Jawa. (*)

Konten Terkait:  Slank Rajut Persatuan dan Kesatuan Lewat Silaturahmi Pesantren

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here