Puisi Suyitno Ethex

0
35

Cerita Yang Terselip

semalam ada cerita tak terceritakan
terselip di antara ketiak malam
terhindar dari kicauan burung malam

padahal cerita itu bila diceritakan
banyak telinga bergerak spontan
bila ditulis dan dibaca
banyak mata berlinang

sayang sekian ribu sayang
cerita itu luput dari ingatan
dan jadi cerita yang terselip
di antara cerita yang ada

30/8/2018

Gelombang Cinta

pasang surut gelombang di laut
pantai tak pernah takut
tetap menanti gelombang menepi
membasuh rindunya diri

saat gelombang surut
pantai tak kalut

saat gelombang pasang
pantai tak begitu senang

dan aku belajar pada pantai
dalam menyikapi gelombang cintamu

saat gelombang cintamu surut
aku tak kalut
aku tak cemberut
aku tak takut

saat gelombang cintamu pasang
aku tak begitu senang
aku tak begitu girang

aku ingin jadi pantai
setia menunggu gelombang cintamu

Mojokerto, 20 agustus 2018

Belenggu Cinta

niat ingsun ajiku aji diri
aku larung segala belenggu cinta
aku buang segala gundah gulana
biar pun luka duka mendera

dan aku kuatkan cinta padaNya
aku lepaskan segala belenggu cintamu
karena aku rasa cintamu
hanya kata tanpa deru
tanpa nyata hanya merayu

sementara cintaNya begitu nyata
tiap hari aku rasa
tiap waktu mendera
dan aku merasa
masih kurang sering alpa
membuktikan cintaku padaNya

cintaNya tak pernah membelenggu
sementara cintamu begitu membelenggu
maka, dengan niat ingsun ajuki aji diri
aku ingin lepas dari
belenggu cintamu

Mojokerto, 23 agustus 2018

Bukti Cinta

selembar daun jatuh
luruh bersimpuh
di atas sajadah cinta
tengadah meminta

pasrah menyerah segala
tak berpaling hanya padaNya
diserahkan segalanya

segala mantra dirapal sebisa
padaNya segala cinta
tanpa kata
tanpa suara

cinta tak dikata
bukti diberikannya
bersimpuh luruh padaNya
tanpa ba bi bu ba

Konten Terkait:  Puisi Dimas Indiana Senja

Mojokerto, 22 Agustus 2018

Cinta Melipat Jarak

bila kita tak saling cinta
tak mungkin kita bisa
melipat jarak yang ada

kilometer sekian butuh perjuangan
rindu terasa tak berkesudahan

dan lewat benda kotak
kita pun saling tak tak
kita pun bisa plak plak

cinta melipat jarak
kau dan aku
setiap waktu
bisa bercumbu
saling merayu

benda kotak
melipat jarak
cinta pun berdetak
tanpa jarak

Mojokerto, 29 agustus 2018

Suyitno Ethex, lahir dan dibesarkan di telatah Mojopahit (Mojokerto, Jawa Timur), karyanya berupa puisi, cerpen dan esai sudah dimuat di beberapa media massa, antara lain di Suara Karya, Republika, Sastra Sumbar, Media Indonesia. Puisi-puisinya terkumpul dalam beberapa antologi puisi, antara lain di Temu Sastrawan di Medan, Temu Sastrawan di Kediri. Temu Sastrawan di Malaysia, Dari Sragen Memandang Indonesia (2012), Malsasa (2013), Poetry2 Flows Into The Sink Into The Getter (2013), Puisi Menolak Korupsi (Jilid, I, II, IV, V), Memo Presiden (2015), Temanten Langgit (2015), Tifa Nusantara (2014, 2015 dan 2016), Solo Dalam Puisi (2014), Lumbung Puisi (2015), Cimanuk (2016), Negeri Awan (2017), Festival Bangkalan (2017), Ruang Tak Lagi Ruang (2017), Kesaksian Tiang Listrik (2018), Senyum Lembah Ijen (2018), Negeri Bahari (Negeri Poci 2018) dan lain-lain. Juga dalam Antologi “Bersetubuh Dengan Waktu” (2014), “Dari Cinta Ke Negara” (2015), “Rasa Ku Rasa” (2016) dan Kumpulan Cerpen “Sepeda Pancal” (2016), “Gapura Menapak Jejak Mojopahit” (2018)

Bekerja di UPT Dinas Pendidikan Kec. Mojosari Kab. Mojokerto, dan Dosen di Institut Agama Islam Uluwiyah. Aktif di Dewan Kesenian Kab. Mojokerto, sebagai Wakil Ketua, dan Penggiat Gerakan Puisi Menolak Korupsi (PMK).

Alamat: Jln. S. Parman 18 Modopuro-Mojosari-Mojokerto 61382 Jawa Timur
HP : 081 332 276 167
Email: [email protected]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here