Bentara Budaya Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan yang dinamakan Pameran Tanda Mata, yang pada tahun 2018 ini merupakan kali yang ke-12. Pameran Tanda Mata XII ini menyuguhkan 52 karya dari 52 seniman, yang merupakan karya yang diserahkan seniman kepada BBY mulai tahun 2016-2018 sebagai tanda mata. Jadi, ini merupakan kumpulan karya tanda mata yang terkumpul selama lima tahun. Pameran Tanda Mata XII itu diselenggarakan mulai tanggal 4-13 September 2018.

Make It Better Y're Place, tinta, ecoline di atas kertas, 74 x 106 cm, 2016, karya Hotland Tobing-Foto-A.Sartono
Make It Better Y’re Place, tinta, ecoline di atas kertas, 74 x 106 cm, 2016, karya Hotland Tobing-Foto-A.Sartono

Sebagai institusi, Bentara Budaya Yogyakarta sudah berkiprah di dunia seni budaya selama 36 tahun. Keberadaan dan kiprahnya mengawal perjalanan seni rupa Indonesia dari zaman Affandi, Widayat, Fajar Sidik hingga zaman milenium ini. Selama 36 tahun berjalan, tentu sudah banyak seniman (perupa) yang pernah berpameran atau berkiprah di BBY. Para seniman itu pada saat ini sudah banyak pula yang bersinar cemerlang seperti bintang. Sebut saja Heri Dono, Dadang K, Eddie Hara, Nasirun, Erica, dan tentu masih banyak pula yang lainnya.

Selama 36 tahun perjalanan BBY ini, tiada terasa BBY telah mengoleksi 489 karya seni rupa dan fotografi. Koleksi ini oleh BBY didapatkan dari para seniman dan fotografer yang memberikan tanda mata kepada BBY sebagai kenang-kenangan ketika para seniman tersebut berpameran di BBY.

Suasana Pameran Tanda Mata XII di Bentara Budaya Yogyakarta-Foto-A.Sartono
Suasana Pameran Tanda Mata XII di Bentara Budaya Yogyakarta-Foto-A.Sartono

Bentara Budaya Yogyakarta tentu pantas berbangga dengan koleksi-koleksi yang berasal dari para seniman tersebut. Akan tetapi pada sisi lain sesungguhnya Bentara Budaya Yogyakarta juga memiliki beban atau tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Salah satunya adalah ketersediaan tempat penyimpanan koleksi yang tentu membutuhkan ruang memadai, seperti ruangan ber-AC yang memiliki kelembaban sekitar 50 serta suhu tertentu. Selain itu, rak-rak atau lemari khusus untuk menempatkan karya agar aman dari benturan atau gesekan. Satu per satu karya harus dipisahkan, jangan sampai lengket atau menempel satu dengan yang lainnya. Perlakuan terhadap koleksi tersebut sama dengan standar perlakuan koleksi di museum.

Konten Terkait:  Satu Sosok Diponegoro Digarap Lima Pelukis
Ziarah, mixmedia di atas kanvas, 55 x 54 cm, 2018, karya Hayatuddin-Foto-A.Sartono
Ziarah, mixmedia di atas kanvas, 55 x 54 cm, 2018, karya Hayatuddin-Foto-A.Sartono

Pada periode 2016-2018 BBY memiliki 52 karya rupa sebagai koleksi baru. Karya-karya tersebut meliputi 28 buah karya lukis, 4 karya grafis, 16 karya foto, 2 karya keramik, 1 karya kartun, dan 1 karya kain celup. Lukisan “Sang Pamomong” karya Kelompok Liquid Colour digunakan oleh BBY sebagai cover buku katalog Tanda Mata XII. Karya Sang Pamomong ini dilukis oleh lima perupa yang dengan demikian diharapkan cukup mewakili keseluruhan karya rupa dari sekian perupa yang karya-karyanya dipamerkan dalam perhelatan Pameran Koleksi Tanda Mata XII. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here