Sedapnya Bakso Urat Semanu

0
39
Seporsi baso lezat hanya Rp 10.000. Foto Barata
Seporsi baso lezat hanya Rp 10.000. Foto Barata

Mendapatkan bakso di Yogyakarta sangat gampang. Namun menemukan bakso yang mengesankan lidah sampai ngangeni tentu jauh lebih sulit. Beberapa kali Tembi mencoba bakso yang direkomendasikan, baik oleh teman maupun media. Karena soalnya selera, jadi ada yang cocok dan ada yang tidak. Salah satu yang cocok sehingga Tembi kerap mbakso di sana adalah bakso Urat Semanu, yang terletak di Jalan Ring Road Selatan, tepatnya di Glugo, Panggungharjo, sebelah barat Druwo, sisi utara jalan.

Baksonya empuk, kenyal dan gurih. Ketika digigit bakso agak krenyus-krenyus, jadi mengunyahnya asik. Rasa kaldu sapinya kuat, dan lama menempel di langit-langit mulut. Cukup lama untuk disimpan memori kenikmatan.

Pembuat bakso yang piawai ini bernama Suratno (52 tahun). Ya, ia tidak sebatas menjual bakso tapi juga membuatnya. Dengan begitu, kualitas basonya bisa terjaga sejak pembelian daging hingga pengolahannya.

Suratno memiliki pemasok daging sapi yang lama dilanggannya. Mempunyai pemasok tetap memang sangat penting bagi pria asal Semanu, Gunung Kidul ini. Karena ia membutuhkan cukup banyak mayang untuk baksonya. Padahal di setiap tubuh sapi jumlah mayang hanya sedikit. Mayang adalah bagian tubuh sapi yang berupa urat, sebagai bahan pokok bakso urat. Untuk membuat bakso urat, setiap hari Suratno mengaku mencampur mayang 5 kilogram dan daging halus 4 kilogram.

Suratno menyiapkan pesanan pembeli. Foto Barata
Suratno menyiapkan pesanan pembeli. Foto Barata

Saat membuat bakso, Surtano hanya menambahkan sedikit tepung pati, sehingga rasa daging sapinya tetap dominan. Memang terbukti, rasa daging sapi yang sedap dan gurih mencuat. Agaknya juga karena kuahnya yang gurih dan sedap pula.

Menurut Suratno, bumbu kuah baksonya sederhana, yakni bawang putih, merica dan kemiri, yang direbus bersama skengkel (kaki sapi) sehingga aroma kaldu sapi ikut mewarnai. Tidak hanya itu, saat merebus kuas bakso, Suratno memakai bahan bakar arang sehingga durasinya cukup lama. Untuk 100-250 mangkok dibutuhkan waktu sekitar satu seperempat hingga dua jam. Kuah bakso ini tidak diberi tambahan vitsin. Tetapi Suratno tetap menyiapkan vitsin jika ada pembeli yang memintanya.

Konten Terkait:  Olahan Komplit Serba Iwak Kali di Warung Makan Bu Jasman

Dengan cita rasa yang sedap ini, semangkok bakso hanya dibandrol Rp 10.000. Selain bakso, pangsit dan tahu hadir melengkapi. Setiap hari Suratno menyiapkan sekitar 5 kilogram bakso urat dan 8 kilogram bakso halus. Buka sejak pukul 10.00, biasanya saat maghrib baksonya habis.

Kuah baso hasil rebusan dengan arang. Foto Barata
Kuah baso hasil rebusan dengan arang. Foto Barata

Suratno berjualan bakso sejak tahun 1989. Jadi sudah sekitar dua puluh tahun. Awalnya ia belajar membuat bakso dari adiknya yang membuka warung bakso di daerah Kweni, Panggungharjo, Bantul. Ia kemudian membuka warung bakso sendiri yang ditempatinya hingga kini.

Awalnya Suratno memadukan berjualan mangkal dan keliling. Pada pukul 10.00-15.00 ia melayani pembeli di warungnya, setelah itu ia berkeliling mendorong gerobak ke kawasan Pesantren Krapyak yang berlokasi di dekat warungnya. Lambat laun pelanggan warungnya bertambah banyak, dan meminta agar Suratno tidak usah keliling. Akhirnya ia hanya melayani pembeli di warungnya.

Bahkan sejak sekitar tahun 2012 pembelinya kian membengkak. Penyebabnya adalah bakso urat yang dihadirkannya berhasil memikat pembeli, bahkan hingga sekarang. bakso uratnya menjadi andalan sehingga ia menambah kata ‘urat’ pada nama warungnya menjadi ‘Bakso Urat Semanu’. (*)

PETA LOKASI:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here