Haji Bolot: Masih Banyak Yang Doyan Nonton Lenong

0
238
Senang Kunci Panjang Umur
Senang Kunci Panjang Umur

Haji Bolot adalah sosok pelawak istimewa, dengan gaya melawak yang khas. Sejak tahun 60-an sampai sekarang pemilik nama lengkap Muhammad Sulaeman Harsono tersebut masih awet memegang predikat pelawak terbaik Tanah Air.

Tahun 1964, Bolot terjun ke dunia seni, tepatnya lenong betawi, kemampuannya tak serta merta lahir begitu saja. Ia banyak belajar akting di lenong, karakter menjadi orang ‘Budeg’ pun didapatkan seiring berjalannya waktu. “Sebutan bolot itu awalnya dari nenek saya, jangan kebanyakan maen lu, tar bolot (belepotan sama dakian), temen-temen saya akhirnya ngikut manggil bolot,” papar pria kelahiran 5 Maret 1942 ini saat ditemui Tembi di kediamannya.

Foto Haji Bolot Saat Muda
Foto Haji Bolot Saat Muda

Gaya melawaknya yang khas, melucu dengan berlagak ‘budeg’ hanya dimiliki Bolot. Setiap pertunjukan baik lenong ataupun talkshow di televisi, karakternya sudah sangat melekat, lawakannya spontan dan tidak dibuat-buat, lucunya ia hanya mendengar ketika berbicara tentang uang, makanan dan perempuan, selebihnya ia akan menjawab ‘ngalor ngidul’.

Di tengah maraknya berbagai kesenian populer, Haji Bolot mengaku masih optimis dengan perkembangan lenong Betawi. Menurutnya kesenian yang sudah ada sejak zaman dulu kala ini sebetulnya tak hanya mewarisi kesenian tradisional, namun penuh dengan muatan makna. “Paling tidak sehabis nonton lenong, orang membawa pesan yang bermakna dan berguna bagi kehidupan sehari-hari, tak hanya sekadar lawakan,” paparnya.
Hasil yang ia dapat sekarang pun melalui proses yang panjang. “Saya bisa seperti sekarang, kata orang-orang hidup enak, ya dimulai dari nol, dulu saya main lenong, punya anak dua tidur di bekas kandang kambing. Anak saya usia 4 bulan ditinggal pergi sama istri, tapi saya nggak menyerah, dari lenong, saya bisa main film, sinetron dan lain-lain ya alhamdulillah,” ujar ayah dari 10 anak ini.

Haji Bolot Selalu Dipasangkan Dengan Malih
Haji Bolot Selalu Dipasangkan Dengan Malih

Sayang dari semua anaknya tidak ada yang betul-betul terjun di duna lenong betawi seperti dirinya, namun ia yakin banyak generasi muda di luar sana masih mau melestarikan dan mengembangkan lenong Betawi. “Peminat kesenian lenong Betawi masih banyak, bukan cuma buat acara kawinan, sunatan, ada banyak panggung-panggung seni yang masih mau ngundang lenong Betawi, jadi saya percaya lenong tidak akan berhenti,” tambahnya.

Haji Bolot Tahun 1964
Haji Bolot Tahun 1964

Bicara tentang kesehatan di usianya yang kini mencapai 76 tahun, Haji Bolot mengaku hingga saat ini ia tidak pernah merasakan disuntik atau minum obat dokter. “Menjauhkan penyakit gampang, manusia hidup syaratnya cuma tiga, pertama dalam hal apapun jangan terlalu ambisi, kedua jangan mempunyai sifat iri dan yang ketiga banyak sedekah dan ikhlas atas apa yang diberi dan diambil samaTuhan, itu aja,” katanya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here