Museum-museum Yogyakarta yang berada di bawah naungan organisasi Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY sejak 9—13 Agustus 2018 mengadakan pameran bersama di Museum Benteng Vredeburg (MBV) Yogyakarta. Kegiatan pameran koleksi unggulan ini diprakarsai sepenuhnya oleh MBV Yogyakarta. Pameran digelar di Gedung E museum itu. Pameran bersama museum kali ini mengambil tema “Museum sebagai Wahana Pendidikan karakter”.

Ada lebih dari 30 anggota museum Barahmus DIY yang ikut terlibat dalam pameran bersama ini. Enam di antaranya adalah Museum Seni Lukis Affandi, Museum Tembi Rumah Budaya, Museum Benteng Vredeburg, Museum Monjali, Museum UGM, dan Museum Dewantara Kirti Griya Tamansiswa. Masing-masing museum, setidaknya mengirimkan tiga koleksi unggulan museum. Museum Tembi Rumah Budaya kali ini menampilkan koleksi unggulan berupa Majalah Kajawen edisi 1927, Naskah Manuskrip Jawa, dan Keris pamor Buntel Mayit.

Koleksi keris pamor buntel mayit dan naskah manuskrip Museum Tembi juga dipamerkan-foto-suwandi
Koleksi keris pamor buntel mayit dan naskah manuskrip Museum Tembi juga dipamerkan-foto-suwandi

Pameran bersama yang menampilkan koleksi unggulan setiap museum ini digelar dalam rangka memperingati Ulang Tahun Barahmus yang ke-47. Organisasi Barahmus DIY berdiri pada 7 Agustus 1971. Pembukaan pameran diresmikan oleh Ketua Umum Barahmus DIY, Prof Dr Suratman Worosuprojo, MSc. Organisasi ini pula yang mempunyai gagasan untuk membentuk organisasi museum seluruh Indonesia, yang sekarang sudah terbentuk dengan nama Asosiasi Museum Indonesia (AMI). Saat ini Ketua Umum AMI dipimpin oleh Putu Supadma Rudana (2014—2018).

Prof Suratman Worosuprojo, Ketum Barahmus saat mengunjungi pameran museum-foto-suwandi
Prof Suratman Worosuprojo, Ketum Barahmus saat mengunjungi pameran museum-foto-suwandi

Koleksi museum yang dipamerkan kali ini lebih dari 75 buah yang sangat menarik untuk dinikmati oleh pengunjung. Koleksi unggulan lain yang dapat dinikmati antara lain: Wayang Klitik (Museum Wayang Kekayon), Batu Bata Raksasa (Museum Pleret), Batik Belanda (Museum Batik), Replika Patung dan Tandu Jenderal Sudirman (Museum Sasmitaloka Pangsar Sudirman), Tungku Hemat Energi karya Prof Herman Johannes (Museum UGM), dan Sketsa Tino Sidin (Museum Tino Sidin).

Konten Terkait:  Cerita Pendek Pilihan Awal Dekade 1950-an
Suasana pameran koleksi unggulan museum anggota Barahmus di Benteng Vredeburg-foto-suwandi
Suasana pameran koleksi unggulan museum anggota Barahmus di Benteng Vredeburg-foto-suwandi

Koleksi-koleksi itu dibagi menjadi tiga kategori, yaitu seni budaya, sejarah perjuangan bangsa, dan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kegiatan pameran bersama koleksi museum di DIY ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengunjung sekaligus kreator bagi museum. Demikian ungkap Prof Suratman dalam sambutan pembukaan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here