Cerita rakyat ‘Lutung Kasarung’ dibawakan oleh kelompok sandiwara Miss Tjitjih bersama Citra Kirana di Galeri Indonesia Kaya beberapa waktu lalu. Tanpa naskah dan minimnya waktu latihan tak membuat Citra Kirana mundur. Ia berhasil memerankan Putri Purbasari dan berimprovisasi dengan baik.
Kolaborasi kelompok sandiwara Miss Tjitjih bersama Citra Kirana di Auditorium Galeri Indonesia Kaya merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan dan melestarikan cerita-cerita rakyat di Indonesia, dan Citra Kirana sebagai salah satu artis muda berbakat diharapkan menjadi sosok yang menginspirasi pelaku seni muda lainnya.

CItra Kirana Ketagihan Pentas Teater - foto Image Dynamics
CItra Kirana Ketagihan Pentas Teater – foto Image Dynamics

Lakon ini bercerita tentang kisah seekor monyet bernama Lutung Kasarung yang selalu menghibur Purbasari dalam menghadapi cobaan hidupnya. Selama kurang lebih 60 menit, Auditorium Galeri Indonesia Kaya diramaikan dengan suara tawa dari para penikmat seni yang terhibur dengan gaya komedi khas sunda yang menjadi ciri khas dari Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih. Dalam pementasan ini, aktris cantik Citra Kirana mendapatkan kesempatan untuk berperan sebagai Purbasari, seorang putri dari raja tua yang bernama Prabu Tapa Agung.

Panggung teater bukan kali pertama dicicipi artis berdarah Sunda – Belanda ini. Bersama tim syuting striping ‘Tukang Bubur Naik Haji’ yang sudah mencapai ribuan episode ia pernah iseng-iseng membentuk Teater Kampung Duku. Dengan modal nekat mereka membuat pementasan teater berjudul ‘Lysistrata’ buah karya dari Aristhopanes terjemahan WS Rendra pada Januari lalu di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Citra Kirana Saat Beradu Peran Dengan Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih - foto Image Dynamics
Citra Kirana Saat Beradu Peran Dengan Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih – foto Image Dynamics

Meski terbiasa dengan atmosfer pementasan teater, tetap saja dara kelahiran 23 April 1994 ini deg-degan jelang tampil di Galeri Indonesia Kaya beberapa waktu lalu. “Kebetulan aku juga orang Sunda jadi nggak begitu sulit beradu peran sama kelompok sandiwara Miss Tjitjih, yang paling aku kaget sih mereka ternyata kalau latihan nggak pake skrip. Pas aku nerima tawaran mereka untuk main, aku minta skrip, ternyata nggak ada skrip, jadi langsung latihan sekali dan tampil,” paparnya saat ditemui usai pertunjukan.

Konten Terkait:  Sinergi Lintas Generasi Ala Ngayogjazz 2017

Selain itu, berbeda dengan sinetron yang hanya ditonton kru, Citra juga dibuat gugup karena harus tampil di hadapan penonton. “Selain itu tantangan lain adalah aku harus bersuara lebih lantang, kalau disinetron kan pakai wireless, ekspresinya juga harus kelihatan banget, tapi semua berjalan lancar, karena yang lain sangat membantu aku,” ujar Citra Kirana.

Berkesempatan untuk memerankan tokoh Purbasari dalam lakon Lutung Kasarung ini merupakan pengalaman yang baru dan menyenangkan bagi Ciki –sapaan akrabnya. Apalagi ia dapat bermain bersama kelompok sandiwara Miss Tjitjih yang sudah sangat digemari oleh para pecinta seni teater.

“Memang lain rasanya berakting di layar kaca dengan di atas panggung, namun ini menjadi suatu pembelajaran yang dapat saya terapkan ketika saya berakting di layar kaca,” ujar Ciki.

“Saya berterima kasih kepada Galeri Indonesia Kaya, Miss Tjitjih yang telah memberikan kesempatan ini dan juga para penikmat seni yang telah meluangkan waktunya untuk menyaksikan pementasan sore hari ini,” tambahnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here