Indonesia memiliki keberagaman suku bangsa yang masing-masing memiliki adat-istiadat, baik itu kesenian, kebudayaan dan kulinernya. Tidak bisa dipungkiri, jalur perdagangan banyak membawa pengaruh kebudayaan ke Indonesia sehingga akulturasi budaya pun terjadi. Salah satunya warga Tionghoa, sebutan untuk orang Indonesia peranakan bergaris keturunan dari negeri Tiongkok di Indonesia.

Salah satu produk budaya yang dibawa dari Tiongkok adalah kuliner di antaranya kwetiau, yang terbuat dari tepung beras bewarna putih dan berbentuk pipih bertekstur lembut agak kenyal. Di Indonesia, di Jakarta khususnya, atau daerah-daerah yang banyak didiami warga Tionghoa, kwetiau menjadi salah satu makanan populer. Uniknya kwetiau pun juga memiliki perbedaan masakan dari Tionghoa etnis Hokkian dan Tio Ciu.

Kwetiau dari etnis Hokkian, yang banyak berdiam di Sumatera, adalah kwetiau medan yang biasanya menggunakan isian bakso ikan, lapchiong (sosis babi), dan telur bebek. Sedangkan, Kwetiau dari etnis Tio Ciu, yang yang banyak berdiam di Kalimantan adalah kwetiau sapi yang biasanya menggunakan isian daging sapi beserta jeroannya seperti babat. Biasanya kwetiau disajikan goreng, kuah dan siram.

Kwetiau Siram Sapi Campur (Kwetiau Jangkung)
Kwetiau Siram Sapi Campur (Kwetiau Jangkung)

Salah satu kwetiau yang cukup popular dan melegenda di Jakarta adalah Kwetiau Jangkung, khas Pontianak dari etnis Tio Ciu. Kwetiau ini sudah ada sejak tahun 1987, yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk no. 78, Jakarta Barat. Ada berbagai varian menu seperti kwetiau goreng, siram, kuah, mun dan yam. Tembi berkesempatan mencicipi masakan yang menjadi andalan Kwetiau Jangkung yaitu Kwetiau Siram, dan Kwetiau Goreng dengan isian daging sapi campur babat.

Kwetiau Siram adalah kwetiau yang dimasak dengan cara terpisah dengan kuah; pertama kwetiau dimasak terlebih dahulu dengan tauge dan sayuran bersama bumbu-bumbu khas Jangkung kemudian yang kedua memasak kuah kental beserta isian daging lalu kwetiau disajikan diatas piring dan disiram kuah kental. Aromanya khas bawang putih, kuahnya kental, rasanya gurih, kwetiaunya lembut, daging beserta babatnya sangat empuk dan pecah di mulut.

Konten Terkait:  Bayi Kelahiran Mangsa VI Berwatak Sombong tapi Cerdas
Memasak Kwetiau Siram
Memasak Kwetiau Siram

Sedangkan kwetiau goreng langsung dimasak dengan tauge, sayuran dengan isian daging beserta kecap dan bumbu-bumbu khas Jangkung yang dimasak menggunakan api besar, juga tidak kalah enak. Aroma bawang putih tetap menjadi utamanya, dan rasanya yang gurih menjadikan kwetiau goreng ini berbeda dengan kwetiau lainnya yang cenderung manis, beserta daging yang tetap empuk meski digoreng sangat pas.

Kurang lebih 10 menit saja menyajikan dua masakan tersebut. Pelengkap seperti cuka, cabe acar, kecap asin tersedia di atas meja sebagai penambah cita rasa yang diinginkan pengunjung. Tidak heran, kwetiau ini menjadi salah satu kwetiau yang sangat digemari.

Isian Daging Sapi Pilihan
Isian Daging Sapi Pilihan

Albert (39), salah satu pengunjung Kwetiau Jangkung yang dijumpai Tembi pekan lalu mengaku sudah sejak tahun 90-an, ia bersama keluarga nya menjadi pelanggan tetap kwetiau tersebut. “Kwetiau Jangkung sudah buka cabang di beberapa tempat, hanya saja saya suka yang ditempat ini, rasanya ga berubah sejak saya masih kecil, masih tetap sama meski yang masak terdahulu sudah berganti”, kata Albert.

Tembi juga menjumpai pengunjung lain, Himaltun (34) mengaku baru pertama kali mencicipi kwetiau siram. Ia mengatakan kwetiaunya sangat lembut berbeda dengan kwetiau lainnya yang kenyal dan kuah kental dengan khas bawang putihnya memberikan cita rasa yang unik, enak dan gurih saat memakannya. Bagi pecinta kuliner yang suka menjelajah masakan Nusantara, Kwetiau Jangkung bisa menjadi salah satu daftar tujuan selanjutnya. (*)

PETA LOKASI:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here