Puisi Faiz Saf’ani

0
30

Aku Merasa Asing

Aku merasa asing
Di tempat di mana tangis pertamaku memuncak
Di kota yang pernah kunyanyikan tembang sewaktu di taman kanak kanak
Di tanah yang pernah kucongkel, kujadikan mainan orang orangan
Di kebun yang pernah kujarah, jadi makanan jadi rujak buah

Aku merasa asing
Diasingkannya tubuhku
Oleh rumah rumah, proyek jalan; pembangunan
Oleh lalu lalang asap tebal truk pengangkut pasir, batu, besi besi
Oleh tingkah bocah bocah yang mabuk teknologi; mabuk arak api
Aku merasa asing!

Semarang

Harga Hujan Malam itu? 

Berapa harga hujan malam itu?
apakah hanya seharga seratus ribu
yang ditukar dengan lima mangkuk mi kuah, nasi bakar, kopi pun jahe susu?
sedang
Di meja itu,
hujan jadi irama.
Gelak tawa kisah bianglala
leleh di pendar lampu
menerangi semburat senyum kita
satu persatu.

Di antara hujan yang sama,
kita saling menumpah rasa
tentang mata yang pernah saling menatap
setiap pagi, siang pun malam hari
di waktu yang lalu.

Hujan malam itu
menderas seirama gelak tawa
tumpahan rindu paling purnama
di senyumku, senyummu
senyum kita.

Lalu, berapa harga hujan malam itu?
apakah hanya seharga seratus ribu
yang ditukar dengan lima mangkuk mi kuah, nasi bakar, kopi pun jahe susu?

Bagiku, lebih dari itu!
sebab tak akan bisa kutukar rindu
dengan angka angka.

Semarang

 

Puspita


kelopak kuning langsat
ranum di tangkai kesucian
bunga mengharum pekat
Kabut pergi pelan pelan
beribu kumbang melirik terpikat

puspita
dalam balut cadar embun keemasan
terjaga pagar pagar iman
jejeran doa bertengger
tak kenal mentari atau rembulan
tak peduli hujan atau kepanasan

puspita
mewangi tentram gemulai romansa
tak menggugur tertiup angin
puspita
tertumbuh dari benih rasa esa.

–Tegal–

 

perenungan

lari dikejar waktu
kereta api mematung menungguku
mesin telah menyala
roda roda siap langkahnya
gerbong telah terangkai
penuh sesak keringat
yang terurai oleh pendingin udara.
lari dikejar waktu
bis kota masih terbata
di antara pembangunan rehabilitasi jalan
dua wanita bule
bersendawa biaskan kata kata sandi
yang tak terbaca oleh penumpang lainnya
ibu ibu, anak kecil dipangku
supir masih terpancang rindu pada halte selanjutnya.
ahhh
stasiun telah mendekatiku
sebentar lampu merah lalu kutemu kereta yang telah menunggu
Bedebah; bus kota berbelok arah
dialihkan oleh forboden peraturan baru
semakin menjauh aku dari keretaku
mencoba lagi kudekatinya dan turun di halte
yang sama sekali tak pernah kusinggahi.
Aku berlari, berkejaran dengan sorot mentari
berlari menuju tukang becak yang masih pulas di singgasananya yang sepi.
“Ke Poncol pak..”kataku yang tersambut senyumnya
“Lima belas ribu mas” begitu ucapnya sambil menuju ruang kemudi.
sambil tangannya melempar doa
“Laris laris laris” kata itu diusapkan pada becaknya
sambil ia tundukan
untuk mempersilahkanku.
Ahhh sialan..
Disini berawal  kesalahanku
masih kutawar harga kakinya
seharga “sepuluh ribu” seperti makanan untuk satu perutku
namun harga itu ter iya kan
dan kayuhan kakinya memulai renungku
satu perutku “sepuluh ribu”
lalu kusamakan dengannya
yang tanpa kutahu berapa perut menantinya.

Konten Terkait:  Puisi Mahfud RD

Semarang


Kado Puisi Untuk Sahabat

Saat alarm telepon genggamku berdering
cepat kuangkat dari sudut meja kamarku yang gelap
Kukira apa, ternyata penanda tanggal bertambahnya usia.
Terlihat sebuah nama sahabat di layar beranda
Seketika kelu rindu merasuk kalbu
Sampai bibirku terbata ketika ingin mengucap selamat padanya
Hingga akhirnya kata kata dalam dada
kutulis sajak
berjudul
“Kado Puisi Untuk Sahabat”

 Satu per satu kata terangkai
Tak lupa doa harapanku selipkan
pada bait puisi
yang mungkin terkesan basi.
“bertambah usia sama dengan bertambah dewasa”
Sebagai kata penutup
menjadi saksi bisu
di pintu usia kehidupan baru.

–Semarang–

 

Faiz Saf’ani lahir di Tegal, 23 Juli 1996. Terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi S1 Manajemen Universitas Diponegoro Semarang. Tergabung dalam antologi bersama Puisi Menolak Korupsi jilid 4 (Forum Sastra Surakarta 2015) , Memo Untuk Wakil Rakyat (Forum Sastra Surakarta 2015), Memo Anti Terorisme (2016) .  Tinggal di Desa Harjasari RT 06 RW 06, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Email: [email protected]; Id facebook: Faiz Saf’ani ; Nomor HP : 085879655547

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here