Guna menanamkan pemahaman tentang nilai-nilai kesejarahan dan juga memberikan pengetahuan mengenai peristiwa sejarah lokal di Kota Yogyakarta, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan Lomba Penulisan Cerpen Sejarah yang dibuka untuk umum. Kompetisi ini mengambil tema “Menggali Potensi Sejarah Lokal di Kota Yogyakarta“.

Penyelenggaraan lomba diadakan mulai tanggal 20 Mei-8 Juni 2018 untuk pengumpulan naskah. Dari penjaringan naskah ini terkumpul 54 naskah dari peserta dengan berbagai latar belakang dan usia. Ke-54 naskah tersebut harus melewati seleksi paling dasar yakni syarat administratif. Dalam seleksi ini yang dinyatakan lolos sebanyak 48 naskah sedangkan 6 naskah lainnya dinyatakan gugur.

Untuk menilai dan menyeleksi naskah lomba tersebut ditunjuk lima orang juri, yakni Dr Bahaudin (UGM), Dr Sardiman (UNY), Drs Zainal Fanani (Pemerhati Pendidikan), Drs Sudarmaji (Balaidikmen Prov DIY), dan Mustofa W Hasyim (DKKY Kota Yogyakarta). Dewan Juri ini pada tanggal 5 Juli 2018 melakukan rapat/sidang dan menentukan enam naskah terbaik untuk masuk nominasi. Enam naskah ini harus dipresentasikan oleh penulis naskah (peserta) di hadapan Dewan Juri pada tanggal 11 Juli 2018, bertempat di Café Cangkir 6 Bintaran Tengah, Yogyakarta.

Para pemenang Lomba Penulisan Cerpen Sejarah Kota Yogyakarta berfoto bersama Juri dan Panitia Lomba-Foto-Istimewa
Para pemenang Lomba Penulisan Cerpen Sejarah Kota Yogyakarta berfoto bersama Juri dan Panitia Lomba-Foto-Istimewa

Enam naskah tersebut: Parang Rusak karya Zulfisa Ariska, Asal Usul Wong Kalang Kotagede oleh Albertus Sartono, Surat Sejarah Tan Jin Sing (Asal Usul Kampun Pecinan Ketandan Yogyakarta) oleh Hening Nugroho, Raden Ranggao oleh Mulyantara, Rembulan Kuning di Atas Plengkung Gading oleh Rosita Nur Anarti, dan Cunduk Ular oleh Theopilus Yudi Setyawan.

Setelah dilaksanakan presentasi atas enam naskah oleh penulis atau pegarangnya di hadapan Dewan Juri, maka Dewan Juri pun kemudian memutuskan untuk menentukan urutan juaranya. Pengumuman tersebut dilaksanakan Jumat malam, 20 Juli 2018 di Resto Uma Dapur Indonesia, Jl Trimargo Kulon, Wolter Monginsidi, Yogyakarta. Ada pun daftar pemenang dari lomba tersebut adalah sebagai berikut.
Juara I adalah cerpen sejarah berjudul Parang Rusak karya Zulfisa Ariska
Juara II cerpen sejarah berjudul Cunduk Ular karya Theopilus Yudi Setiawan
Juara III cerpen sejarah berjudul Asal Usul Wong Kalang karya Albertus Sartono
Juara Harapan I cerpen sejarah berjudul Rembulan Kuning di Atas Plengkung Gading karya Rosita Nur Anarti
Juara Harapan II cerpen sejarah berjudul Surat Sejarah Tan Jin Sing (Asal Usul Kampung Pecinan Ketandan) karya Hening Nugroho
Juara Harapan III cerpen sejarah berjudul Raden Rangga karya Mulyantara

Untuk masing-masing juara mendapatkan trophy dan sertifikat serta uang pembinaan. Juara I adalah Rp3.000.000 Juara II Rp2.000.000, Juara III Rp1.500.000, Juara Harapan I Rp1.000.000, Juara Harapan II Rp1.000.000 dan Juara Harapan III Rp500.000.

Naskah-naskah terbaik itu akan dikompilasi menjadi buku oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta sebagai bentuk dokumentasi atas karya-karya terbaik dalam Lomba Cerpen Sejarah Tahun 2018.
(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here