pening Ceremony Festival Panji Internasional 2018 telah dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa Bali, Kamis, 28 Juni 2018 bertepatan dengan Pekan Budaya Bali ke-40. Kegiatan festival dilanjutkan di Jawa Timut mulai tanggal 1 Juli 2018. Acara tersebut terus bersambut di Yogyakarta. Pembukaan Festival Panji di Yogyakarta dilaksanakan di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Acara ini akan disambung lagi di Jakarta mulai tanggal 9 Juli 2018.

Festival Panji di Yogyakarta selain menampilkan pergelaran Panji juga ada kegiatan lain yakni workshop/seminar dan pameran Panji di Museum Sonobudoyo serta City Tour di Keraton dan Tamansari. Penyelenggaraan pameran yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini dimaksudkan untuk semakin dapat menumbuhkembangkan kecintaan budaya Nusantara melalui pendidikan dengan kegiatan apresiasi dan edukasi budaya senirupa Indonesia.

Klenting Kuning dan Klenting Biru, Wayang Bathok koleksi Musuem Sonobudoyo-Foto-A.Sartono
Klenting Kuning dan Klenting Biru, Wayang Bathok koleksi Musuem Sonobudoyo-Foto-A.Sartono

Tema pameran Panji di Museum Sonobudoyo (Gedung Eks Koni) bertema “Panji dalam Berbagai Ekspresi Seni”. Pameran dibuka tanggal 5 Juli 2018 pada jam 10.00 WIB dan berakhir tanggal 8 Juli 2018. Pameran ini menyajikan aneka rupa karya seni bertemakan Panji. Mulai dari perlengkapan pakaian (kostum) untuk pergelaran tari dengan lakon Panji, wayang klitik, wayang batok, wayang beber, lukisan, topeng, buku tentang panji, patung, replika prasasti, hingga lukisan

Karya yang tersaji merupakan hasil olah literasi dan karya seni yang bertujuan untuk supporting event Festival Panji. Literasi sebagai pembacaan keberaksaraan adalah pemahaman untuk mengerti persoalan wacana yang lebih luas dan mendalam. Seringkali literasi dipahami untuk melihat persoalan dalam proses pembelajaran, bukan substansi yang dipaksakan. Oleh karena itu pula Panji telah menjadi sumber inspirasi seni rupa tradisi maupun modern yang lebih bersifat individu maupun kelompok. Secara holistic likterasi dimaksud sebagai wahana membangun konsep-konsep mendasar untuk merubah mindset menuju visi perbaikan kebudayaan Indonesia. Demikian Timbul Raharjo selaku kurator pameran menyampaikan pengantarnya.

Konten Terkait:  Grosteks, Karya Natasa Jones

Tekes Panji atau penutup kepala Panji koleksi Maryono-Foto-A.SartonoSeperti dituliskan oleh Prof Dr RM Ng Poerbatjaraka dalam bukunya “Tjerita Pandji dalam Perbandingan”, Cerita Panji tidak saja sangat terkenal di Jawa, namun juga di Bali, Melayu, Lombok, bahkan di Thailand dan Kamboja. Secara garis besar cerita Panji dapat dikelompokkan ke dalam teks lisan, teks tulis, dalam dalam seni rupa (terutama relief). Teks lisan cerita Panji muncul dalam bentuk cerita rakyat (dongeng) dan dalam seni pertunjukan. Dongeng yang dapat dikelompokkan ke dalam cerita Panji antara lain Keong Mas, Timun Mas, Panji Laras, Andhe-andhe Lumut, dan Kethek Ogleng.

Topeng Panji Asmara Bangun koleksi Museum Sonobudoyo-Foto-A.Sartono
Topeng Panji Asmara Bangun koleksi Museum Sonobudoyo-Foto-A.Sartono

Dalam seni pertunjukan cerita Panji menjadi dasar berbagai lakon wayang, seperti wayang beber, wayang wong, wayang topeng, wayang gedhog. Selain itu juga menjadi dasar lakon seni pertunjukan ketoprak dan pranasmara serta berbagai seni drama tari lainnya. Cerita Panji sangat berkembang di Jawa Timur sampai abad ke-16.

Tumbal Calonarang, cat air di atas kanvas, 60 cm x 50 cm, 1981, karya I Made Sukanadi-Foto-A.Sartono
Tumbal Calonarang, cat air di atas kanvas, 60 cm x 50 cm, 1981, karya I Made Sukanadi-Foto-A.Sartono

Poerbatjaraka berpendapat bahwa cerita Panji sezaman dengan Pararaton. Pararaton merupakan karya sastra prosa masa Jawa Tengahan yang diperkirakan sezaman dengan penciptaan kidung yang berlatar Majapahit seperti Kidung Sorandaka, Ranggalawe, dan Sundayana. Gaya penceritaan Panji pun serupa dengan gaya penceritaan kidung-kidung tersebut. Lebih jauh Poerbatjaraka menyatakan bahwa kemungkinan besar cerita Panji telah muncul jauh sebelum tahun 1413 dimana pada tahun ini mulai muncul/tercipta purwarupa ceritaPanji dalam bentuk lisan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here