Festival Bregada Jaga Kepedulian Swasta pada Budaya Yogyakarta

0
150
Bregada Bausosro Sawiji Lestari dari Bausasran Yogyakarta-Foto-A.Sartono
Bregada Bausosro Sawiji Lestari dari Bausasran Yogyakarta-Foto-A.Sartono

Guna merayakan ulang tahun ke-2 yang jatuh pada tanggal 23 Juni 2018, Jogja Scrummy bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Pariwisata DIY, dan Pura Pakualaman menyelenggarakan Jogja Srummy Festival Bregada Jaga. Festival yang diformat untuk lomba ini diikuti oleh 10 kelompok, yakni Bregada Wiro Tirto Broto (Warungboto), Ganggeng Rekso Yudo (Bangunkerta, Turi), Bausosro Sawiji Lestari (Bausasran), Pasembaja (Cokrodiningratan), Bugisan (Bugisan), Dandang Rekso (Pendowoharjo, Sleman), Tamtomo Nitiproyo (Nitiprayan), Niti Manggolo (Gedong Kiwo), Semar Seto (Ngestiharjo, Kasihan), dan Winoto Manggolo (Ngewotan Ngestiharjo).

Festival Bregada ini dilaksanakan hari Minggu, 8 Juli 2018 dengan menempuh rute dari Benteng Vredeburg-Titik Nol-Perempatan Gondomanan-Pura Paku Alaman. Festival Bregada dalam format lomba ini dinilai oleh tiga orang juri.

Bregada Semar Seta dari Ngestiharjo Kasihan Bantul-Foto-A.Sartono
Bregada Semar Seta dari Ngestiharjo Kasihan Bantul-Foto-A.Sartono

Selain festival bregada, Jogja Scrummy juga menyelenggarakan donor darah bekerja sama dengan PMI Sleman dan peluncuran ambulans gratis bagi warga Yogyakarta yang membutuhkan. Ada pula Festival Kuliner yang dilaksanakan di Alun-alun Sewandanan Pura Paku Alaman. Hal ini juga sebagai bentuk syawalan, rasa syukur sekaligus melestarikan budaya Mataram di bumi Yogyakarta. Semua itu sejalan dengan visi perusahaan Jogja Scrummy, yakni menjadi perusahaan kebanggaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan semakin dekat dengan masyarakat Yogyakarta.

Perarakan 10 kelompok bregada membuat beberapa turis atau wisatawan mendapatkan hiburan gratis dan menyenangkan. Sejenak mereka berhenti untuk menikmati atraksi ini. Tidak kurang para turis asing tampak begitu antusias menikmati pawai yang tidak masuk agenda dalam kunjungan mereka.

Bregada Tamtama Nitipraya dari Nitiprayan Bantul-Foto-A.Sartono
Bregada Tamtama Nitipraya dari Nitiprayan Bantul-Foto-A.Sartono

“Ini ada apa to Mas kok ada kayak gitu ?” demikian pertanyaan dari salah satu wisatawan dari Sumatera.

“Ini namanya festival bregada Bu. Semacam prajurit masa lalu.”
“Oooh….”

Ruas jalan yang dilalui peserta festival pun sempat macet. Dude Herlino yang ikut kirab dengan menunggang andong menjadi pusat perhatian tersendiri dari para penonton. Dengan sedikit memaksa mereka menghentikan andong yang ditumpangi Dude. Biasa, sekadar ingin swafoto mumpung ketemu artis kondang.

Selama dua tahun ini Jogja Scrummy yang dikelola oleh Dude Herlino tetap concern menggarap program-program CSR, seperti One Coin for Cancer dan One Coin for School Renovation. Selain itu Jogja Scrummy juga concern pada program sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Festival Bregada merupakan salah satu concern Jogja Scrummy pada kebudayaan.

Dude Herlino ikut kirab dalam Festival Bregada Jaga 2018-Foto-A.Sartono
Dude Herlino ikut kirab dalam Festival Bregada Jaga 2018-Foto-A.Sartono

Dalam Festival Bregada ini Bregada Niti Manggala dari Gedongkiwo Yogyakarta berhasil menjadi Juara I, Juara II direbut oleh Bregada Winata Manggala dari Ngestiharjo Kasihan Bantul, dan Juara III diraih oleh Bregada Semar Seto dari Ngestiharjo, Kasihan Bantul. Sedangkan Juara Harapan sekaligus Juara Favorit diraih oleh Bregada Tamtama Nitipraya dari Nitiprayan Bantul.

Roti dan atau kue produk Jogja Scrummy ikut dikirab dalam Festival Bregada Jaga 2018-Foto-A.Sartono
Roti dan atau kue produk Jogja Scrummy ikut dikirab dalam Festival Bregada Jaga 2018-Foto-A.Sartono

GKBRAy Paku Alam menyambut baik penyelenggaraan festival ini. Bregada mengingatkan orang tentang masa lalu akan keberadaan prajurit penjaga keamanan. GKBRAy. Paku Alam berharap event mendatang akan lebih bagus dan meriah. KPH Indro Kusumo selaku Ketua Dewan Juri menyatakan bahwa sebaiknya bregada di luar Keraton Yogyakarta dan Paku Alaman tidak hanya meniru persis bregada keraton, tetapi cukup mengambil semangatnya saja. Setelah itu membuat kreasi sendiri. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here