Tiga antologi puisi karya perempuan penyair dari kota yang berbeda akan ditampilkan di Sastra Bulan Purnama 82, yang akan diselenggarakan, Jumat 27 Juli 2018 di Amphiteater Tembi Rumah Budaya, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Ketiga antologi puisi sedang dalam proses cetak, dua antologi puisi masing-masing karya Yuliani Kumudaswari dan Ristia Herdiana diterbitkan Tonggak Pustaka, Yogyakarta dan buku puisi karya Novi Indrastuti diterbitkan UGM Press.

Buku puisi karya Yuliani Kumudaswari, seorang perempuan penyair yang tinggal di Sidoarjo berjudul ‘Menyusuri Waktu’, sebelumnya dia sudah menerbitkan dua buku puisi masing-masing berjudul ‘100 Puisi Yuliani Kumudaswari’ dan ‘Perempuan Bertato Kura-Kura’. Sejumlah puisinya juga sudah diterbitkan dalam bentuk antologi puisi bersama dengan para penyair lainnya.

Buku puisi Ristia Herdiana diberi judul ‘Lebaran Tanpa Ibu’. Ristia, demikian panggilannya, tinggal di Jakarta, dan sudah menerbitkan beberapa buku puisi tunggal karyanya. Tahun 2017 Ristia sudah menerbitkan buku puisi tunggal karyanya, yang diberi judul ‘Wajah Rembulan’, dan puisi-puisi karya Ristia banyak diterbitkan menjadi buku bersama dengan para penyair lainnya.

Cover buku Yuliani
Cover buku Yuliani

Novi Indrastuti, yang sehari-hari mengajar di jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, buku puisinya berkolaborasi dengan fotografi karya Harno DP dan diberi judul ‘Kepundan Kasih’ merupakan buku puisi fotografi karya keduanya yang kedua, karena sebelumnya sudah menerbitkan buku puisi-fotografi berjudul ‘Dibalik Lensa Kata’.

Ketiga perempuan penyair ini akan bersama meluncurkan bukunya di Sastra Bulan Purnama. Ketiganya sudah saling kenal dan dipertemukan di Sastra Bulan Purnama. Ketiganya sudah beberapa kali membaca puisi di Sastra Bulan Purnama. Pada saat meluncurkan buku antologi puisi bersama berjudul ‘Perempuan Di Ujung Senja’, puisi karya Yuliani, Ristia dan Novi termasuk di dalamnya, dan ketiganya saling bertemu.

Konten Terkait:  Bakda Kupat Pandeyan: Wujud Syukur dan Mengenang Jasa Para Wali

Ristia Herdiana tampil di Sastra Bulan Purnama sebelum Yuliani dan Novi hadir di Sastra Bulan Purnama. Yuliani, pertama kali tampil di Sastra Bulan Purnama ketika buku puisinya berjudul ‘100 puisi Yuliani Kumudaswari’ diluncurkan di Sastra Bulan Purnama. Sesudah itu Novi Indrastuti tampil di Tembi Rumah Budaya, di antaranya meluncurkan buku puisi fotografi yang berjudul ‘Di Balik Lensa Kata’. Kali ini ketiganya akan tampil bersama dengan membawakan buku puisi yang berbeda. Masing-masing meluncurkan buku puisi karya sendiri.

Sebut saja, ketiga perempuan penyair ini lahir dari puisi yang tumbuh di era digital. Ketiganya memanfaatkan pergaulan sastra melalui media sosial dan kreativitasnya didorong dari pergaulan itu.

Cover buku Ristia
Cover buku Ristia

Yuliani, sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, dan mengisi waktu luangnya, salah satunya dengan menulis puisi. Ristia Herdiana, selain ibu rumah tangga juga mempunyai aktivitas usaha lainnya, dan tidak lupa terus menulis puisi, dan Novi Indrastuti, ibu dari tiga orang anak ini, sehari-hari mengajar teori puisi di jurusan Sastra Indonesia FIB UGM dan sekaligus mempraktekkan dengan menulis puisi.

Anggap saja, ketiga perempuan penyair ini bagian dari perempuan penyair lainnya yang ada di Indonesia, dan mulai tumbuh di era media sosial semakin marak. Bersama perempuan penyair lainnya akan mengisi area sastra. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here