Istilah persepsi dapat diartikan sebagai suatu proses yang membuat seseorang memilih dan menginterpretasikan rangsangan-rangsangan yang diterima menjadi suatu gambaran yang berarti dan lengkap dari lingkungannya. Persepsi itulah yang dijadikan tema Pameran Karya Foto Analog Hitam Putih oleh 60-an mahasiswa Prodi Fotografi, Fakultas Media Rekam, ISI Yogyakarta, Angkatan 2017, Semester II. Karya fotografi yang dipamerkan mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2018 ini berjumlah 195-an dalam berbagai ukuran serta berbagai teknik, pilihan objek, dan kreativitas.

Tema Persepsi itu juga dimotori oleh suatu semangat “everyday discovery” dengan proses foto hitam putih melalui media kamar gelap. Dengan tema dan semangat itu pula panitia pameran berharap bahwa para peserta pameran dapat mengungkap persepsi-persepsi pada aneka peristiwa sehari-hari untuk kemudian ditampilkan dalam bentuk karya visual fotografi hitam putih. Persepsi, pandangan pribadi dari para fotografer muda melalui karyanya ini diharapkan mampu direspons oleh audiens.

Gumuk Pasir karya Iar Aemid Pratama yang juga mendapatkan penghargaan The Best Seven Photos-Foto-A.SartonoDr Irwandi Msn selaku pembimbing pameran dan kurator antara lain menyampaikan bahwa fotografi analog kini bukan lagi arus utama dalam teknologi fotografi. Hal ini terjadi sejak hadir dan maraknya fotografi digital. Kini fotografi analog masih digunakan secara terbatas untuk kepentingan hobi saja. Melalui pameran Persepsi ini fotografi analog khususnya fotografi hitam putih dimaknai lebih dari sekadar pemuas hasrat estetis pelakunya, melainkan sebagai wahana untuk membudayakan, menginternalisasikan perilaku kreatif, etos kolaboratif, dan daya juang berkarya. Para pelaku harus bersusah payah menghadirkan imaji fotografi secara analog, manual minim fasilitas editing di tengah kecanggihan teknologi fotografi masa kini.

Perjalanan Fiksi karya Ahmad Husain Alfarizi yang juga mendapatkan penghargaan The Best Seven Photos-Foto-A.Sartono
Perjalanan Fiksi karya Ahmad Husain Alfarizi yang juga mendapatkan penghargaan The Best Seven Photos-Foto-A.Sartono

Hal tersebut ibarat orang yang tetap menimba air sumur dengan ember dan seutas tali, walau ada pompa air listrik yang dapat ia gunakan. Bukan berapa jumlah air yang dihasilkan dan dinilai, namun dampak positifnya yang dicari. Artinya, melalui pameran Persepsi ini bukan hasil jangka pendek yang dikejar, namun hasil akumulatif bagi sosok-sosok calon pencetus peradaban fotografi di Indonesia dan mungkin juga di dunia. Pameran ini diharapkan menjadikan fotografer muda sosok insan fotografi yang tangguh.

Konten Terkait:  Wayang Jurnalis Jilid IV Buka Rangkaian HUT Galeri Indonesia Kaya ke-4
M Akmal Insan selaku Ketua Panitia Pameran menerangkan tentang teknik fotografi analog pada pengunjung-Foto-A.Sartono
M Akmal Insan selaku Ketua Panitia Pameran menerangkan tentang teknik fotografi analog pada pengunjung-Foto-A.Sartono

M Akmal Insan selaku Ketua Panitia Pameran Persepsi antara lain menyampaikan bahwa ada kecenderungan anak-anak muda sekarang kembali menekuni fotografi analog. Kerumitan dan kemungkinan-kemungkinan eksplorasi kreativitas dan teknik pada dunia fotografi analog sepertinya menantang mereka. Ketegangan atau sensasi di dunia fotografi analog sepertinya tidak bisa begitu saja digantikan oleh fotografi digital. Hal itu lebih mengasyikkan dan sensasional.

Pameran ini juga memberikan penghargaan pada karya-karya yang dinilai lebih daripada karya yang lain. Ada 7 fotografer muda yang mendapatkan penghargaan dalam pameran ini. Salah satu unsur yang diperhatikan untuk penilaian ini adalah pada sisi kreativitas. Fotografi bukan semata digunakan untuk “membekukan momentum” namun lebih daripada itu, momentum yang lebih bernilai, berbobot secara estetis. Pada sisi itu pula bakat akan kepekaan “taste” fotografer dan daya ulik kreativitasnya dapat dilihat “tidak sama “ dengan keumuman atau selumrahnya.
(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here