Pleret pada masa kini merupakan nama kecamatan dan desa di lingkungan Kabupaten Bantul, DIY. Di wilayah ini dulu pernah berdiri dua buah istana/keraton Mataram Islam, yakni Keraton Mataram Kerta dan Keraton Mataram Pleret. Dapat dikatakan bahwa kedua bekas keraton ini pada saat sekarang tinggal menyisakan puing dan toponim.

Dari sekian banyak peninggalan keraton tersebut, ada yang berupa makam. Salah satunya adalah makam di Dusun Salatan, Desa/Kelurahan Segoroyoso, Kecamatan Pleret. Ini merupakan makam dari tokoh yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Mbah Datuk. Lokasi makam ini berada di atas sebuah bukit di dusun tersebut. Lokasi dapat dijangkau melalui Jalan Tembi-Pleret. Setelah sampai di pertigaan Kantor Pos Pleret ikuti jalan ke arah kanan (selatan) hingga melewati Jembatan Pleret. Ikuti jalan tersebut hingga menemukan pertigaan besar di mana arah ke kanan (selatan) adalah menuju Segarayasa. Ikuti jalan tersebut hingga sampai di SDN I Dahromo. Pada sisi kanan (timur) SD tersebut terdapat jalan kea rah selatan, ikuti jalan ini hingga sampai lokasi. Jarak lokasi dengan SDN I Dahromo kurang lebih satu kilometer.

Gapura kompleks makam Mbah Datuk Kusumo di Gunung Salatan, Pleret, bantul-Foto-A.Sartono
Gapura kompleks makam Mbah Datuk Kusumo di Gunung Salatan, Pleret, bantul-Foto-A.Sartono

Makam Mbah Datuk ketika ditemukan berada dalam kondisi tidak terawat bersama makam/nisan lain. Makam kemudian bersihkan dan dilengkapi dengan pendapa, tempat istirahat (balai), MCK, jaringan lampu listrik, tangga, dan pelataran yang digunakan untuk shalat dan mujahadah. Ada pun orang yang berjasa memperbaiki makam Mbah Datuk di awal mula adalah Kyai Roni Ahmad Khaeroni Allavi dibantu dan diteruskan oleh warga Dusun Salatan dan sekitarnya. Setelah Kyai Roni Ahmad Khaeroni Alavi meninggal makamnya kemudian disandingkan dengan makam Mbah Datuk.

Nisan makam Kyai Roni Ahmad Khaeroni Alavi dan nisan makam Mbah Datuk Kusumo-Foto-A.Sartono
Nisan makam Kyai Roni Ahmad Khaeroni Alavi dan nisan makam Mbah Datuk Kusumo-Foto-A.Sartono

Menurut sumber setempat Mbah Datuk adalah salah satu nujum atau penasihat spiritual Keraton Mataram Pleret di masa pemerintahan Sunan Amangkurat Agung. Mbah Datuk adalah salah satu putra dari Ki Juru Mertani. Nama lengkap dari Mbah Datuk adalah Mbah Datuk Kusumo alias Syech Abdul Mundir bin Sa’adiyah Sangad.

Jalan setapak menuju kompleks makam Mbag Datuk Kusumo-Foto-A.Sartono
Jalan setapak menuju kompleks makam Mbag Datuk Kusumo-Foto-A.Sartono

Sumber setempat menceritakan bahwa selain sebagai penasihat spiritual Keraton Mataram Pleret, Mbah Datuk Kusumo adalah seorang ulama yang sering sekali naik ke sebuah bukit di sisi selatan barat Segarayasa dengan tujuan untuk mengajar agama dan sembahyang bersama para murid (santrinya). Oleh karena seringnya bukit atau gunung tersebut digunakan untuk salat atau sembahyang, maka bukit atau gunung tersebut dinamakan Gunung Salatan. Pada perjalanan sejarah selanjutnya wilayah di kanan kiri gunung tersebut kemudian menjadi perkampungan atau dusun yang kemudian juga dinamakan Dusun Salatan.
(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here