Dalam pertunjukan ke-153 Teater Koma serta merupakan pementasan terbesar di tahun 2018, menampilkan “Gemintang”. Korupsi ang merupakan alur utama cerita dari pementasan surealis ini dikemas sangat apik.

Dalam naskah berdurasi tiga jam ini, penonton diberikan pernampilan teater dari berbagai sudut mulai dari dialog komedi, romansa percintaan, dan musikalisasi. Narasi-narasi menyentil pun terucap dari pelakon, seperti isu korupsi E-KTP.

Lakon mengisahkan tentang Arjuna, seorang astronom, yang mengharapkan cinta Sumbadra. Nama asli Sumbadra adalah Ssumphphwttsspahzaliapahssttphph. Dia berasal dari planet Ssumvitphphpah, yang berjarak 12 miliar tahun dari Bumi. Walaupun begitu, Arjuna mantap membawa Sumbadra untuk menemui keluarganya.

Di setiap babak, terselip musikalisasi teater dengan lirik-lirik yang unik salah satunya adalah “sejak dulu kala negeri dari berbagai kerajaan yang sudah sejak lama, oooohh negeri itu pernah dijajah, dari tak lama ia merdeka negeri yang luas wilayahnya, assiikkkkk cakep”.

Wibowo, ayah Arjuna adalah seorang tokoh partai yang menjadi anggota Dewan Rakyat. Dia juga seorang koruptor. Kini, dia tahu, bahwa jejaknya sudah terlacak dan pihak berwenang mulai bersiap menggerebeknya. Wibowo, yang menjadi dalang dalam suatu tindak korupsi, menggambarkan praktik korupsi dengan cukup apik. Penonton seperti terhanyut atas permasalahan sosial ini.

“Pertunjukan ini merupakan terobosan baru di mana fiksi ilmiah diangkat ke panggung teater, dengan menampilkan kisah cinta antara alien bernama Sumbadra dan manusia bernama Arjuna. Teater Koma ingin menyampaikan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan demi kemajuan sebuah bangsa, serta peran generasi muda dalam membangun kembali negeri tercinta dari kebobrokan akibat korupsi,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. Lembaga ini menjadi pendukung pementasan tersebut.

Konten Terkait:  Klakson di Tengah Kepadatan Jalur Seni Rupa

Banyak hal baru yang tersaji dalam pementasan kali ini, seperti bergabungnya anggota-anggota muda Teater Koma berjumlah 14 orang yang berhasil lulus seleksi dari program Pateko (Pembekalan Anggota Teater Koma) pada awal 2018. “Ini bertujuan memberikan suatu semangat berbeda dalam pementasan Teater Koma kali ini”, ujar Nano Riantiarno, sang penulis naskah sekaligus sutradara Gemintang.

Para pemain yang terlibat dalam pementasan ini antara lain Budi Ros, Ratna Riantiarno, Idris Pulungan, Salim Bungsu, Rita Matu Mona, Daisy Lantang, Dana Hassan, Suntea Sisca, Andhini Puteri, Ina Kaka, Bayu Dharmawan, Dodi Gustaman, Sir Ilham Jambak, Julung Zulfi, Sekar Dewantari, Bunga Karuni, Febri Siregar, Joind Bayuwinanda, Tuti Hartati dan Rangga Riantiarno.

Teater Koma sangatlah perfect dalam memerhatikan detail dekorasinya. Perpaduan antara layar multimedia yang menjadi background panggung cukup memanjakan mata para penonton. Tata lampu panggung menambah suasana pertunjukan kian meriah.

Lakon Gemintang dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki setiap hari, 29 Juni sampai dengan 8 Juli 2018, pukul 19.30 WIB kecuali hari Minggu, 1 dan 8 Juli 2018, digelar pada pukul 13.30 WIB. Harga tiket kisaran Rp100.000-Rp500.000. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here