Makanan yang disebut roti bagi bangsa Indonesia dapat dikatakan sebagai jenis makanan baru. Semula bangsa Indonesia (Nusantara) tidak mengenal jenis makanan ini sebelum bangsa Eropa menginjakkan kakinya di bumi Nusantara karena pada intinya penduduk asli Nusantara mengonsumsi jenis makanan yang dapat dengan mudah didapatkan di lingkungan sekitarnya. Umbi-umbian, kacang-kacangan, dan biji-bijian menjadi makanan pokok. Tentu dengan segala varian olahannya, baik dimasak langsung dengan cara dibakar, dikukus, direbus, atau digoreng.

Roti merupakan menu makanan utama bangsa Eropa. Masuknya bangsa Eropa ke Nusantara baik langsung maupun tidak membawa pengaruh pada gaya makan dan jenis bahan yang dimakan. Roti termasuk jenis makanan yang kemudian dikenal oleh bangsa Nusantara. Tidak diketahui secara persis, sejak kapankah roti dikenal oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi setidaknya di kawasan Fraanse Buurt (kawasan Prancis) atau yang sekarang dikenal sebagai Harmoni (Jakarta) dan sekitarnya pernah berdiri Toko Roti Leroux & Co. Toko itu berdiri di Rijswijkstraat (sekarang dikenal sebagai Jl Majapahit, Jakarta). Toko roti ini dinamakan Leroux karena mungkin pemiliknya yang bernama Jacques Leroux. Namun sesungguhnya toko ini menjadi tempat usaha bersama antara Jacques Leroux dan Oger Freres.

Seorang fotografer terkenal yang bernama Woodbury pernah mengoperasikan studio fotonya di sebelah Toko Roti Leroux ini pada tahun 1858-1859. Barangkali pula pada awal abad ke-19 Masehi tersebut apa yang disebut sebagai roti masih merupakan jenis makanan mewah. Dengan demikian tentu berharga mahal dan hanya orang-orang Eropa dan orang kaya sajalah yang mampu mengonsumsinya.

Ketika zaman globalisasi apa yang disebut sebagai roti tidak lagi menjadi jenis makanan yang berkelas elite sekalipun memang ada jenis-jenis roti yang berharga mahal. Roti untuk saat ini mudah didapatkan di mana pun dan kapan pun. Toko atau perusahaan roti bertumbuhan di mana-mana. Peredaran bahan baku roti, yakni gandum atau terigu, tapioka, dan aneka jenis tepung dapat dengan mudah didapatkan. Demikian juga halnya dengan gula, esens, pewarna, telur, margarine, minyak, selai, dan lain-lain.

Konten Terkait:  Orang Kelahiran Mangsa Surva IV Pandai Membawa Diri

Foto dari buku Woodbury & Page Photographers Jawa, London: KITLV Press 1994, ini menunjukkan tentang bukti jejak fisik perusahaan roti yang sangat terkenal di masa itu yang barangkali kemudian menginspirasi untuk tumbuh kembangnya toko/perusahaan roti di Indonesia sejak dulu hingga kini. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here