Surat Kabar Tertua Ada di Museum Monumen Pers Solo

0
21
Koran tertua terbitan Batavia di museum Monumen Pers Solo-foto-suwandi
Koran tertua terbitan Batavia di museum Monumen Pers Solo-foto-suwandi

Akhir abad XX, di Nusantara pernah terbit sebuah surat kabar (SK) berbahasa Belanda, yaitu Nederlands Indie. Surat kabar itu terbit di Batavia (sekarang Jakarta) dan dianggap sebagai salah satu koran tertua di Nusantara yang pernah terbit di masa penjajahan Belanda. Tidak banyak museum yang memiliki koleksi koran yang terbit di akhir abad XX tersebut. Salah satu museum yang memiliki koleksi tersebut adalah Museum Monumen Pers Nasional (MPN) Surakarta (atau sering dikenal dengan Solo). Bahkan koleksi itu dipajang di ruang museum dipigura dan ditempelkan di dinding museum. Bukti fisik koran tertanggal 12 September 1876.

Koran-koran nusantara yang menjadi koleksi museum Monumen Pers Solo-foto-suwandi
Koran-koran nusantara yang menjadi koleksi museum Monumen Pers Solo-foto-suwandi

Di samping mengoleksi bukti fisik salah satu koran tertua, Museum MPN Surakarta juga memiliki koleksi koran-koran se-Nusantara yang jumlahnya ratusan, terbitan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Koran-koran itu di antaranya adalah: Ambon Ekspres, Timor Ekspres, Cenderawasih Pos, Bali Post, Pos Kupang, Kompas, Jawa Pos, Riau Times, Dayak Pos, Pos Belitung, Kendari Pos, dan Gorontalo Post. Koleksi-koleksi itu juga asli dan dipajang di dinding ruang pameran tetap museum setempat.

Sampul majalah dan surat kabar yang terbit sebelum kemerdekaan koleksi museum Monumen Pers Solo-foto-suwandi
Sampul majalah dan surat kabar yang terbit sebelum kemerdekaan koleksi museum Monumen Pers Solo-foto-suwandi

Sementara di lantai atas, juga dipamerkan sampul majalah dan surat kabar yang pernah terbit semasa pendudukan Belanda, Jepang, dan Kemerdekaan. Majalah dan surat kabar itu ada yang berbahasa Jawa, Melayu, Belanda, dan Indonesia. Semua koleksi juga ditempelkan di dinding, di antaranya adalah: Hindia Nederland, Asia Raya, Hidajat, Daulat Rakyat, Harian Tempo, De Kedirische Courant, Dwiwarna, Wasita, Besuki-Syuu, Kadjawen, Trompet Masyarakat, dan Hoakiao. Bahkan sampul-sampul itu dilengkapi dengan barcode, sehingga pengunjung bisa membaca detail keterangan masing-masing sampul majalah. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here