Bakaba # 7 Zaman Now oleh Sakato di Jogja Gallery

0
210

Sakato Art Community (SAC) yang merupakan organisasi perupa asal Sumatera Barat kembali menggelar pameran senirupa Bakaba # 7 di Jogja Galley, Jl. Pekapalan, Yogyakarta, dengan tajuk Zaman Now. Sakato pada waktu sebelumnya menggelar pameran Bakaba # 6 dengan tema Indonesia. Pameran Bakaba # 7 yang diikuti oleh 74 perupa lintas generasi ini diselenggarakan pada 3-31 Mei 2018.

Ada pun karya yang ditampilkan kecuali lukisan juga patung (karya 3 dimensi) dan videografi. Pameran dibuka oleh Konfir Kabo, seorang pecinta seni sekaligus pengacara. Bakaba merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh SAC yang mengisi pameran di Jogja Art Weeks. Pameran Bakaba # 7 ini selain didukung oleh Jogja Gallery juga didukung oleh Gajah Gallery.

Free Style, 200 x 180 cm, acrylic on canvas, 2018, karya Hamdan-Foto-A.Sartono
Free Style, 200 x 180 cm, acrylic on canvas, 2018, karya Hamdan-Foto-A.Sartono

Dalam pameran Bakaba # 6 lebih mengajak para seniman untuk mengalami Indonesia dan persepsi mereka atas hal itu, maka Bakaba # 7 yang bertema Zaman Now itu lebih mengajak seniman untuk berefleksi diri dalam konteks seni rupa pada saat ini. Refleksi atau melihat ke dalam diri sendiri ini penting agar seniman tidak terjebak pada berbagai hal yang pada gilirannya dapat merugikan perkembangan seni rupa dan senimannya itu sendiri.

Sejalan dengan tema itu Anton Rais Makoginta selaku kurator Bakaba # 7 menyatakan bahwa dengan tema tersebut Bakaba # 7 ini mencoba mengajak seniman mencermati dan peka terhadap fenomena kekacauan budaya, bahasa, kesenian, dan sosial akhir-akhir ini. Bakaba # 7 dengan teman Zaman Now ini diharapkan bisa menjadi semacam satire-kritis yang bisa digunakan untuk menelisik dinamika perubahan sosial saat ini.

Impossible, 120 x 65 x 65 cm, fiberglass, 2018, karya Arlan Kamil-Foto-A.Sartono
Impossible, 120 x 65 x 65 cm, fiberglass, 2018, karya Arlan Kamil-Foto-A.Sartono

Tema Zaman Now dalam Bakaba # 7 sepertinya ingin menonjolkan posisi milenial yang tidak terpisahkan dari istilah dalam tema itu. Hal itu barangkali tampak pada cukup besarnya porsi yang diberikan kepada seniman muda dan mahasiswa dalam Bakaba # 7. Dengan demikian, hal ini tentu menjadi kesempatan baik bagi generasi muda untuk berkarya milenial dengan topik yang tidak jauh dari kesehariannya. Sekalipun demikian, perlu dipikirkan juga bahwa tema Zaman Now mungkin sudah menjadi sesuatu yang jamak sehingga tema tersebut mungkin kurang menjadi lecutan yang menyengat dan “wah” pada saat ini.

Stiff & Flexible # 2, 156 x 123 x 40 cm, andesit, 2018, karya Akmal Jaya-Foto-A.Sartono
Stiff & Flexible # 2, 156 x 123 x 40 cm, andesit, 2018, karya Akmal Jaya-Foto-A.Sartono

Bayu Wardhana selaku penulis dalam pengantar pameran ini menyodorkan kritik yang menarik tentang nilai kebebasan dan godaan apresiasi ekonomi pada karya seni rupa akhir-akhir ini. Kegenitan akibat godaan ekonomi kerap menjebak seniman karya seni rupa (modern-kontemporer) Indonesia dalam kontestasi bentuk. Masih menurut Bayu, meskipun faktor bentuk dan keahlian teknik merupakan salah satu elemen penting dari konstruksi bahasa visual dalam proses penciptaan karya seni, akan tetapi jika hal tersebut terkikis oleh tujuan ekonomis semata, maka akan mengantarkan seniman kehilangan ruang kontemplatifnya.

Merapi Tak Pernah Tidur, 100 x 150 cm, photography on canvas, 2017, karya Risman Marah-Foto-A.Sartono
Merapi Tak Pernah Tidur, 100 x 150 cm, photography on canvas, 2017, karya Risman Marah-Foto-A.Sartono

Dari sekian banyak penyelenggaraan pameran seni rupa di Yogyakarta dan bahkan di Indonesia, Bakaba dapat dikatakan menjadi pameran yang cukup menonjol ditinjau dari kualitas dan keseriusan dalam menggarap karya, penataan (display), penyusunan katalog, penyelenggaraan pembukaan pameran, dan sebagainya, juga dalam pemilihan isu, tema, dan eksekusi. Orang yang menyaksikan pameran Bakaba yang diselenggarakan Sakato ini akan tertarik untuk segera “masuk” ke dalam karya-karya yang dipamerkan. Daya tarik demikian tidak akan serta merta muncul pada sebuah pameran seni rupa jika penggarapan semua unsur itu tidak kuat. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here