Inacarft 2018 yang berlangsung dari 25-29 April 2018 berjalan dengan baik, selain dikunjungi lebih dari 75.000 orang, juga mencatat total penjualan mencapai Rp47 miliar. Mengusung tema ‘The Lofftines of North Sumatera”, dengan tema utama ‘Coloring The World’ acara pameran handycraft tahunan ini diikuti oleh 1.395 peserta dari seluruh pelosok tanah air yang terdiri dari perajin, pengusaha, produsen dan eksportir.
Dari ribuan tenant fashion dan kerajinan tangan, Oerip Indonesia yang menjual pakaian ‘ready to wear’ cukup menarik perhatian pengunjung Inacraft 2018. Sudah 9 tahun berpartisipasi dalam pameran besar ini, brand Oerip kali ini menggelar koleksinya dari kain Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Sandal Oerip Motif Kain Sumba - Rosiana
Sandal Oerip Motif Kain Sumba – Rosiana

Dian Erakumalasari pemilik Oerip membawa kain Sumba yang diaplikasikan menjadi pakaian dan sandal berbahan dasar kulit dan kain Sumba. “kain Sumba yang kami bawa ini semuanya memakai pewarna alam, dan penenun di sana tidak memakai gambar atau desain, ketika mendapatkan ilham, langsung mereka tenun, jadi mereka itu sangat jenius, seniman yang sangat cerdas menurut saya,” papar wanita kelahiran Ngawi 25 November ini.

Suasana di Inacraft 2018 -Rosiana
Suasana di Inacraft 2018 -Rosiana

Oerip terkenal dengan ciri khas desain menyatukan 3-4 kain Nusantara dalam satu pakaian, visinya kebhinekaan, merangkul wastra Indonesia menjadi satu produk pakaian yang ‘ready to wear’. Misalnya dalam satu koleksi ‘Nimas’ ia menggabungkan Ulos Medan dengan Batik Parang Solo. Dalam ‘meracik’ desain Dian mengaku tidak pernah kekurangan motif dan corak untuk dipadu padankan karena begitu kayanya wastra Indonesia.
Sembilan tahun mengikuti pameran Inacraft, Dian mengaku banyak mendapatkan keuntungan, pendapatannya setiap tahun selalu naik dan sangat menjanjikan. “Peminat wastra Nusantara ternyata sangat banyak, selain di pameran-pameran kami hanya berjualan online, karena bisnis online sangat ok, kami juga punya toko offline di Eropa, ada teman di sana yang menjual barang-barang kami dan peminatnya pun luar biasa,” tambahnya.

Konten Terkait:  Pameran Penerima Anugerah Budaya DIY
Biola Dari Bambu Karya IBC- Rosiana
Biola Dari Bambu Karya IBC- Rosiana

Tak kalah dengan Oerip, Indonesian Bamboo Community (IBC) dari Cimahi Selatan, Bandung, juga menawarkan produk yang unik. Beragam kerajinan dari bambu disuguhkan hasil kreativitas dari para pengrajin, selain membuat beragam alat musik berbahan bambu, seperti gitar, drum, biola dan lainnya, mereka kini merambah dunia fashion, yaitu jam tangan dan kacamata yang tentunya berbahan bambu.

Jam Bambu Produk Indonesian Bamboo Community - Rosiana
Jam Bambu Produk Indonesian Bamboo Community – Rosiana

Jam tangan bambu ini melewati serangkaian proses, mulai dari pola pembahanan, treatment bambu, hingga proses pembuatannya dengan tingkat kesulitan yang lumayan tinggi. Bambu yang digunakan adalah bambu gombon, pengerjaannya harus super teliti karena salah sedikit saja bisa patah dari harus mengulang proses yang cukup panjang. Untuk satu buah jam tangan, IBC membandrol dengan harga Rp300.000-Rp500.000.

Salah satu Produk Tas di Inacraft 2018 - Rosiana
Salah satu Produk Tas di Inacraft 2018 – Rosiana

Serupa dengan Oerip, barang-barang berbahan bambu milik IBC banyak peminatnya, tak hanya dari dalam negri, pesanan mulai berdatangan dari mancanegara, seperti Mayasia, Filipina, Jepang dan Inggris. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here