Foto berikut menunjukkan tentang sosok lokomotif NISM 3 yang dinamakan juga JP de Bordes, pengangkut penumpang pertama di Hindia Belanda. Foto diambil dari buku karya Yoga Bagus Prabowo, dkk, 2017, Kereta Api Di Indonesia: Sejarah Lokomotif Uap, (Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher, Cetakan I). Buku ini mengambil foto tersebut dari foto koleksi Museum of Science and Industry, Manchester, Inggris. Lokomotif-lokomotif tua semacam ini kebanyakan sudah tidak bersisa lagi. Keunikan, kelangkaan, ketuaannya sesungguhnya bisa menjadi media pembelajaran bagi generasi sekarang tentang ilmu pengetahuan dan teknologi serta sejarah transportasi.

NISM (Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij) merupakan perusahaan kereta api pertama di Hindia Belanda. Dalam perkembangannya NISM banyak mendatangkan lokomotif ke Hindia Belanda. Lokomotif seri NISM 3-6, sistem roda (0-4-2) dan NISM 10-12 (0-4-2) didatangkan dari pabrik Beyer Peacock Inggris, pada tahun 1866 dan 1869. Lokomotif seri NISM 3 dinamakan JP de Bordes, lokomotif NISM 4 dinamakan Merapi, lokomotif NISM 5 dinamakan Merbabu, dan lokomotif NISM 6 dinamakan Lawoe.

Keberadaan lokomotif-lokomotif tersebut tidak lepas dari era baru bagi sejarah transportasi modern dunia. Transportasi modern boleh dikatakan dimulai dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt, seorang ilmuwan dari Greenock, Inggris. Apa yang ditemukan dan ditelitinya itu kemudian dikembangkan lagi oleh William Murdock pada tahun 1786. Murdock, pria yang juga kelahiran Inggris ini berhasil membuat kereta uap dengan sistem 2 silinder pertama.

Tanggal 27 September 1825 George Stephenson, seorang insinyur dari Nothurberland, Inggris berhasil menciptakan salah satu desain mesin uap yang dapat melaju di atas rel dalam sebuah kontes. Mesin uap ini merupakan mesin uap pertama yang berhasil menarik rangkaian kereta api penumpang dan barang untuk keperluan angkutan. Mesin uap ini dinamakan Rocket dan mampu berjalan dalam kecepatan 19 km/jam dan menempuh rute sejauh 25 km.

Konten Terkait:  Kursus MC Basa Jawa Tingkat Lanjut X: Meraih Ilmu dengan Laku

Apa yang terjadi di Inggris ini memicu perkembangan pabrik lokomotif di seluruh Eropa bahkan juga Amerika. Setidaknya negara-negara Eropa seperti Jerman, Inggris, Belanda, dan Belgia memegang peranan sangat penting dalam industri lokomotif di masa itu. Hal demikian juga berimbas ke Hindia Belanda. Pada masa kolonial dibentuklah badan usaha yang disebut maskapai.

Pada masa kolonial itu ada berbagai maskapai kereta dalam skala besar maupun kecil. Salah satu maskapai besar di Hindia Belanda adalah NISM. Maskapai ini didirikan pada tanggal 27 Agustus 1863.. Jalur kereta api pertama yang dibangun oleh NISM adalah jalur Semarang-Tanggung-Kedungjati-Surakarta-Yogyakarta, termasuk jalur cabang dari Kedungjati-Tuntang-Ambarawa. Jalur ini dibangun untuk mendukung kepentingan militer Hindia Belanda.

Lokomotif yang terlibat dalam pembuatan jalur awal tersebut dinamakan NISM 01 yang juga sering disebut sebagai NIS 01 saja. Lokomotif NISM 01 ini diproduksi oleh perusahaan Borsig-Jerman dan didatangkan di Jawa tahun 1865. Kedatangan NISM 01 disertai pula kedatangan NISM 02 yang disebut sebagai semacam saudara kembarnya. Kedua lokomotif ini memiliki sistem susunan roda yang disebut 0-4-2T. Kedua lokomotif ini dioperasikan secara resmi tanggal 22 Juni 1865. Hanya saja lokomotif ini tidak bersisa karena dijual sebagai besi tua oleh NISM.
(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here