Tiga Desainer Indonesia akan Tampilkan Batik di Markas UNESCO di Paris

0
100
Desainer BATIK FOR THE WORLD, Oscar Lawalata(Kiri), Edward Hutabarat (Tengah), Denny Wirawan (Kanan). Foto Oleh Rosiana
Desainer BATIK FOR THE WORLD, Oscar Lawalata(Kiri), Edward Hutabarat (Tengah), Denny Wirawan (Kanan). Foto Oleh Rosiana

Batik merupakan wastra Nusantara –kain tradisional yang memiliki makna & simbol, yang digunakan para raja hingga masyarakat sampai sekarang. Batik pun telah diresmikan dan dikukuhkan oleh UNESCO dalam Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity tentang warisan budaya tak benda di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009. Batik dinyatakan sebagai kain peradaban yang memiliki nilai historis, dan sudah selayaknya menjadi salah satu identitas andalan Indonesia di kancah dunia.

Penetapan hari batik tentu harus dilengkapi dengan agenda yang berkelanjutan demi melestarikan nilai-nilai budaya luhur nenek moyang itu. Hal tersebut yang mendorong Oscar Lawalata, desainer Indonesia, berinisiatif menggelar sebuah kegiatan untuk menunjukkan kembali kekayaan, perkembangan dan sejarah batik Indonesia dengan menghubungkannya kepada pengrajin batik dan seni fesyen pada masa kini. Selama dua tahun Oscar menggagas konsep untuk bisa memamerkan batik di kantor pusat UNESCO di Paris.

“Saya menggagas dan mengajak beragam pihak, baik dari pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama bergandengan tangan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki batik sebagai ciri khas yang kuat dan berlangsung selama ratusan tahun. Dukungan dan pembinaan pembatik tradisional penting untuk dilakukan agar esensi batik yang sesungguhnya tidak menyurut,” ujar Oscar Lawalata pada konfrensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Mei 2018.

Desainer & Pendukung Batik For The World. Foto oleh Rosiana
Desainer & Pendukung Batik For The World. Foto oleh Rosiana

Setelah melalui proses panjang, Oscar bersama Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation, Rumah Kreatif BUMN dan Bank Mandiri, lahir inisiatif acara Batik For The World yang akan berlangsung pada 6 – 12 Juni 2018 di UNESCO, Paris, Perancis. Batik akan dihadirkan dalam kesatuan peradaban di panggung dunia oleh kolaborasi Oscar Lawalata bersama dua orang desainer ternama Indonesia, Edward Hutabarat & Denny Wirawan.

Konten Terkait:  Pameran Patung Musim Hujan di Plataran Djoko Pekik

Pagelaran busana ini akan ditampilkan dalam gedung yang biasa digunakan untuk konferensi para anggota UNESCO dari seluruh dunia. Oscar sendiri membawa batik dari lima daerah di Jawa Timur, di antaranya Madura, Surabaya, Ponorogo, Trenggalek dan Tuban dalam tampilan koleksi ready to wear. Edward Hutabarat memboyong batik dari daerah pesisiran Mega Mendung dan Sawung Galing, sementara Denny Wirawan akan mengusung keindahan dan keunikan batik Kudus.

Sekitar 100 kain batik Indonesia yang dikurasikan bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI), Rumah Pesona Kain, dan Oscar Lawalata Culture akan dipamerkan di gedung utama kantor pusat UNESCO yang dilalui oleh ribuan orang delegasi dunia yang bekerja dan beraktivitas setiap harinya. Di area tersebut juga akan menampilkan keragaman kekuatan motif batik-batik lawas yang khas, hingga motif batik yang telah dikemas secara modern.

Batik For The World Oscar Lawalata foto Rosiana
Batik For The World Oscar Lawalata foto Rosiana

Serangkaian kegiatan lain yang dapat dijumpai pengunjung antara lain mendatangi area pengrajin yang akan menampilkan demo proses membuat kain batik, talkshow mengenai industri batik Indonesia dan perkembangannya, tradisi batik dan budayanya, serta cara memakai kain batik itu sendiri.  Kemudian seluruh tamu akan memasuki ruangan konferensi untuk melihat kolaborasi pagelaran busana 24 koleksi karya Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan yang mengangkat batik sebagai tema masing-masing koleksi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here