Pramoedya Ananta Toer atau yang biasa disebut Pram, selama tujuh dekade hidupnya, dipakai untuk menulis lebih dari 50 buku. Sebagian karyanya itu telah mendunia, diterjemahkan ke dalam 42 bahasa antara lain bahasa Spanyol dan Urdu.

Hal yang menarik adalah tempat ia menuliskan karya-karyanya hingga dapat menduniakan namanya tersebut. Pada pameran “Namaku Pram Catatan dan Arsip”, yang digelar di Dia.lo.gue, Kemang, Jakarta Selatan sejak 17 April 2018 hingga 20 Mei 2018, pengunjung diajak untuk melihat ruangan kerja Pram semasa hidupnya.

“Kita, memamerkan ruangan kerja Pram full dengan ornamen-ornamen yang sangat lengkap dan sesuai dengan masa dulu Pram hingga tata letaknya kami buat sama dengan dahulu kala,” ujar Agustina pemandu pameran.

Kutipan Tulisan Pram
Kutipan Tulisan Pram

Di dalam ruang kerjanya ada tiga mesin ketik. Hal ini ia lakukan di kala ia bosan dengan topik yang sedang ia tulis, ia akan pindah ke topik yang lain dengan mesin ketik yang berbeda. Di mejanya pula selalu ditemani asbak dan rokok, kerena memang Pram semasa hidupnya adalah perokok berat.

Suasana Pameran Pram
Suasana Pameran Pram

Di ruang kerja Pram ini, terpampang foto “candid” Pram sedang merokok di hari ulang tahunnya yang ke-75. Foto itu dibuat oleh Ferry R Tan. Di dinding ditempel sejumlah penghargaan, antara lain dari Unesco 1998, dan Mandanjeet Singh Prize. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR