Bantul Beri Penghargaan kepada Pelestari Seni Budaya Lokal

0
127
Penerima penghargaan pelestari bersama Wakil Bupati Bantul Kepala Dinas Kebudayaan Bantul dan para penari-Foto-A.Sartono
Penerima penghargaan pelestari bersama Wakil Bupati Bantul Kepala Dinas Kebudayaan Bantul dan para penari-Foto-A.Sartono

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul telah dan terus berupaya mengembangkan seni budaya tradisi/lokal daerah agar mampu menjadi potensi unggulan Kabupaten Bantul. Diharapkan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada seni budaya daerah tersebut mampu menjadi landasan pembentukan karakter bangsa. Untuk itu pula Pemkab Bantul memberikan penghargaan kepada seniman/budayawan, pelestari adat dan tradisi, serta pelestari cagar budaya yang berkomitmen serta telah memberikan dukungan, sumbangan dalam pembinaan seni budaya lokal di wilayah Kabupaten Bantul.

Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih membacakan sambutan Bupati Bantul dalam acara penghargaan pelestari-Foto-A.Sartono
Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih membacakan sambutan Bupati Bantul dalam acara penghargaan pelestari-Foto-A.Sartono

Pada tahun 2018 ini Pemkab Bantul memberikan penghargaan kepada 3 orang seniman/budayawan, 2 orang pelestari adat/tradisi, serta 1 orang pelestari cagar budaya. Mereka adalah Totok Suryo Gupito (Sutoto), Wardiyono, dan Suraji Dartono. Sedangkan dua orang pelestari adat dan tradisi adalah Edy Pudjono, SIP, MAP selaku lurah desa Wonokromo dan penyelenggara adat Rebo Pungkasan serta Hendri Sarwoto,SE selaku Kepala Pedhukuhan Mancingan dan penyelenggara adat Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri. Penghargaan pelestari cagar budaya diberikan kepada Sukalpa Matata yang sampai saat ini mengelola Joglo Muneng yang diduga didirikan tahun 1934. Joglo Muneng telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui SK Bupati Bantul No 416 Tahun 2017.

Untuk menentukan para penerima penghargaan itu Pemkab Bantul membentuk Tim Seleksi. Setiap tim seleksi terdiri dari lima orang anggota. Tim seleksi untuk penghargaan seniman/budayawan terdiri dari Slamet HS, Drs Trustho M Hum, Sunarto SH MM, Dra Kesi Irawati, Sujanto SSn. Tim seleksi untuk penghargaan kepada pelestari adat/tradisi terdiri dari Prof Dr Kasidi M Hum, Drs Tri Irianto, Dodiek Koeswardono, S Sos, Drs Yata, dan Ki Juwaraya. Ada pun tim seleksi penghargaan kepada pelestari cagar budaya terdiri dari Dra Andi Riana, Dr Ing Greg Wuryanto M Arch, Albertus Sartono SS, Jaka Nur Edi Purnama BA, dan Willy Otavian SS.

Seniman budayawan pelestari adat tradisi dan cagar budaya penerima penghargaan bersama Wakil Bupati Bantul dan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul-Foto-A.Sartono
Seniman budayawan pelestari adat tradisi dan cagar budaya penerima penghargaan bersama Wakil Bupati Bantul dan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul-Foto-A.Sartono

Penghargaan ini diberikan Pemkab Bantul melalui anggaran Dana Keistimewaan Tahun 2018. Masing-masing penerima penghargaan memperoleh piagam, tropi, dan uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Serah terima penghargaan dilaksanakan pada hari Jumat, 27 April 2018, bertempat di Pendopo Tirto Arum Sari, Pedes, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, H. Sunarto SH MM berkenan menyerahkan penghargaan tersebut kepada seniman/budayawan, pelestari adat/tradisi, dan pelestari cagar budaya.

Bupati Bantul, Drs Suharsono menyampaikan sambutan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Bantul, bahwa keberadaan seni budaya Bantul khususnya yang tetap lestari bahkan berkembang di tengah derasnya arus globalisasi saat ini tentu tidak bisa dilepaskan oleh peran dan pengabdian para seniman dan budayawan serta para pelestari adat dan tradisi dan cagar budaya. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan. Bupati Bantul berharap pemberian penghargaan ini akan semakin mendorong para seniman dan budayawan di Bantul untuk lebih banyak menghasilkan karya.
(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here