Fombi – FMT: Memaknai Sebuah Kesederhanaan Melalui Bundengan

0
148
Dibalik kesederhanaannya, Munir adalah seniman Bundengan luar biasa-Edited-Deny
Dibalik kesederhanaannya, Munir adalah seniman Bundengan luar biasa-Edited-Deny

Berbicara tentang alat musik tradisi dan sekaligus menyongsong Festival Musik Tembi 2018, tim melakukan survei ke Wonosobo, Jawa Tengah. Sebuah percakapan kecil bersama sang seniman setahun sebelumnya berhasil memuncakkan rasa penasaran. Sekilas nampak sederhana memang, dilihat dari bentuk dan materialnya pun tak terlihat perlakuan yang terlampau istimewa pada alat musik tersebut. Namun kesederhanaanlah yang memberi pengertian akan pentingnya sebuah estetika.

Kowangan atau Bundengan, alat musik ini, menjadi perbincangan karena mulai berkurangnya seniman yang memperdalam secara teknik dan penghayatan dalam memainkannya. Bundengan menjadi barang langka bahkan nyaris tak ada peminat dan penerusnya. Adalah Hengky Krisnawan seniman Bundengan warga Kampung Sruni, Kelurahan Jaraksari, Wonosobo, Jawa Tengah, yang berinisiatif mempelajari Bundengan sekaligus memperkenalkan kembali pada generasi muda. Berbekal bimbingan singkat yang didapatkan dari maestro Bundengan (alm) Barnawi, Hengky mulai mempelajarinya sejak tahun 2007. Pria yang sehari-hari bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara ini berhasil merevitalisasi Bundengan terkhusus pada generasi muda dan mengaplikasikan dalam berbagai acara adat setempat.

Survei kali ini tim berkesempatan bertemu langsung dengan seniman Hengky Krisnawan, Sabtu, 24 Februari 2018. Dalam perbincangan ia menyampaikan bahwa dalam kitab Mataram Hindu kuno sekitar abad 13 menerangkan keberadaan alat musik menyerupai tudung yang terbuat dari bambu, satu pernyataan yang merujuk pada alat musik Bundengan. Kehidupan rakyat biasa pada zaman tersebut sangatlah terbatas, sangat minim akan hiburan. Ketentuan memiliki dan memainkan gamelan hanya untuk kaum bangsawan atau mungkin lingkup istana. keberadaan Bundengan seakan mengabulkan angan-angan rakyat untuk mendapatkan hiburan dengan nuansa gamelan tanpa ada larangan dari pihak istana.

Pada kesempatan berikutnya, Minggu, 25 Februari 2018 tim menemui Pak Munir ke kediamannya Ngabean, Maduretno, Kali Kajar Kab Wonosobo. Pertemuan kali ini bersifat spekulatif, tim menuju alamat tersebut. Sapa hangat dengan senyuman yang khas menyambut tim. Obrolan berlangsung akrab seraya menikmati hujan kala sore. Di tengah pembicaraan Pak Munir menghentikan sejenak dan bergegas mengambil dan memainkan Bundengannya. Sungguh luar biasa, di balik kesederhanaan seorang Pak Munir tersimpan aura yang seakan sangat bersinergi pada Bundengan yang ia mainkan.

Hengky Krisnawan, seniman Bundengan satu ini juga terkenal dengan gayanya yang nyentik dan komunikatif-Edited-Deny
Hengky Krisnawan, seniman Bundengan satu ini juga terkenal dengan gayanya yang nyentik dan komunikatif-Edited-Deny

Pria kelahiran tahun 1964 ini sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, sempat merasakan menjadi gembala itik dan mempergunakan Bundengan sebagai mana fungsinya, sebagai tudung. Mengalami proses kultural yang panjang, adik kandung (alm) Barnawi ini mengaku tak pernah mengkhususkan waktu ataupun meminta sang kakak untuk melatihnya bermain Bundengan. “Semua terjadi secara alami, paling ya cuma lihat dan kadang mainan kalau mau,” terang Pak Munir, berbeda dengan sang kakak yang mengawali kiprahnya sebagai pemain kendang mahir yang selanjutnya mendedikasikan hidupnya pada alat musik Bundengan.

Dengan bentuk dan material sangat sederhana, kehadiran Bundengan membantu melukis warna kehidupan pada masanya. Kali ini Festival Musik Tembi 2018 berkesempatan menghadirkan dua tokoh Bundengan yang akan menjawab rasa penasaran khalayak. Pada tanggal 5 Mei 2018 Pak Munir akan berbagi pengalaman dan mendemonstrasikan Bundengan pada sesi bincang-bincang musik. Di hari berikutnya, 6 Mei 2018 akan hadir Hengky Krisnawan yang siap memberi pengalaman musikal para audien dengan Bundengan dalam sesi lokakarya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here