Menyukai Tantangan, Oppie Andaresta membuat Album Musikalisasi Puisi

0
82
Oppie Andaresta
Oppie Andaresta

“Andai ah ah ah ah ah ku jadi orang kaya..”. Penggalan lirik lagu ‘Cuma Khayalan’ ini berjaya menghiasi radio dan layar kaca di Indonesia tahun 90-an. Lagu tersebut diciptakan dan dinyanyikan oleh penyanyi kenamaan Oppie Andaresta, dan membuatnya melejit sejak itu.

Karya-karyanya banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan kritik Sosial. Sejak tahun 1993-2012, ia sudah menelurkan 8 album. Setelah itu ia lebih sering mengeluarkan single. Namun beberapa waktu belakangan ini, ia disibukkan dengan membuat album musikalisasi puisi untuk menggenapi janjinya kepada Joko Pinurbo, penyair.

Oppie menceritakan kepada Tembi awal bulan April di Bentara Budaya Jakarta, bahwa awal membuat karya musik puisi justru karena ketidaksengajaan dan tidak direncanakan ketika ia diberikan kesempatan untuk tampil di ASEAN Literary Festival pada 2016. Ia hanya ingin membawakan karya dan konsep yang berbeda dari karya-karya sebelumnya yang mengangkat berbagai tema seperti lingkungan, wanita, sosial, dan sebagainya.

“Tiba-tiba saya mengambil puisi Jokpin (sapaan akrab Joko Pinurbo), kalo ditanya kenapa tidak tahu. Padahal saya juga ga kenal dan ga terlalu baca karyanya. Ga ngefans. (Juga) Bukan mengidolakan atau ngumpulin (karya). Kalo ditanya, emang ga tau. Mungkin jalannya,” jelas Oppie.

Oppie Andaresta saat sound check sebelum untuk Pertunjukan Kata Jokpin pada Kamis, 5 April 2018
Oppie Andaresta saat sound check sebelum untuk Pertunjukan Kata Jokpin pada Kamis, 5 April 2018

Ketika Oppie sampai di tempat pentas tersebut, secara kebetulan, ternyata Jokpin berada di tempat yang sama menjadi pembicara di salah satu acara. Oppie mengaku, ia tidak mengenal Jokpin sebelumnya. Oppie pun bermaksud untuk meminta izin. “Saya datangi, saya tanya yang mana Pak Jokpin, ternyata itu yang lagi selonjoran,” cerita Oppie. Kemudian Oppie memperkenalkan diri, dan meminta izin ke Jokpin, bahwa ia sudah membuat musik dari puisinya dan akan dipentaskan pada malam tersebut. Ada dua puisi yang dipilih Oppie. “Saya juga ga tau kenapa. Kadang-kadang suka gitu ya. Mungkin feeling. Saya waktu itu feeling-nya ‘Bulu Matamu Padang Ilalang’ dan ‘Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu’,” kata Oppie.

“Malamnya Jokpin nonton, ternyata beliau senang dan tanggapannya positif,” ceritanya lagi. Dari pertemuan itu tercetuslah untuk membuatkan album puisi Jokpin. Sebagai janji yang harus dipenuhi dan keinginan tantangan lain dalam berkreasi, akhirnya diwujudkan Oppie melalui album musikalisasi ‘Baju Bulan’.

Rencananya album musikalisasi “Baju Bulan” akan rilis akhir April, pada hari puisi nasional atau akan diambil momen pada ulang tahun Jokpin. Ada sembilan puisi karya Joko Pinurbo yang digarap oleh penyanyi berdarah Minangkabau kelahiran Jakarta, 1973 ini.

Oppie selalu mencoba tantangan yang baru dalam berkreasi. Tantangan paling sulit dalam membuat musik puisi yaitu menentukan puisi. Menurut Oppie, memusikkan puisi berbeda dengan menciptakan lagu. “Ada puisi yang dari awal sampai akhir bercerita, sedangkan kalau lagu ada pola-nya. Di situ tantangannya,” kata Oppie.

Oppie Andaresta saat sound check sebelum untuk Pertunjukan Kata Jokpin pada Kamis, 5 April 2018
Oppie Andaresta saat sound check sebelum untuk Pertunjukan Kata Jokpin pada Kamis, 5 April 2018

Oppie juga menjelaskan bahwa melewati perenungan-perenungan sehingga jangan sampai musik dan liriknya tidak menyatu. “Jokpin memiliki perspektif sendiri membuat puisi, saya juga bisa berbeda melihatnya dan punya persepsi sendiri, dan ga pa pa juga,” tambah Oppie. Oppie juga mengaku ketika membuat lagu, ada proses spiritual yang tidak dapat dijelaskan, karena menurutnya membuat karya adalah ibadah. (*)

Melihat industri musik di Indonesia saat ini, Oppie mengatakan secara karya semakin kaya karena banyak media yang dapat mewadahi. Meski bukan dilihat secara fisik penjualan. Masyarakat saat ini sudah bisa lebih mengapresiasi karya-karya bagus, dan grup yang memiliki karakter dan uniklah yang akan bertahan.

TINGGALKAN KOMENTAR