Puisi Aming Aminoedhin

0
124

Tentang Gedung Tua
Tengah Kota Surabaya

gedung itu bernama balai pemuda
kata orang dibilang cagar budaya
berkali sudah gedung direnovasi
kini berwajah indah simpan misteri

belakangan ada pejabat akan mengubah wajah
gedung cagar budaya, jadi tak berbudaya
berdalih bikin gedung modern, tapi ujungnya
singkirkan teman-teman seniman berulah seni di sini
barangkali mereka merasa risih
atau mungkin merasa diri bersih
padahal hanya berujung soal proyek
bagi-bagi untung menyunat anggaran proyek

adakah yang terasa salah, atau
mungkin surabaya telah kehilangan
pahlawan?

meski sejumlah seniman berteriak hingga parau
telinga mereka tak hirau. hati mereka telah kemarau

berjuta suara-suara protes seniman itu
berkejaran memburu pejabat itu
suaranya membentur gedung tua tengah kota
suara-suara itu kian parau, tak ada
orang hirau. telinga pejabat telah mampat
nurani hatinya sekarat

tentang gedung tua tengah
kota surabaya itu, hanya bisu
tapi ia seperti berkata tanda setuju
jangan bunuh aku!

Surabaya, 28/11/2017

Malam Sunyi Kotaku

malam telah sunyi
basah jalanan selepas kota diguyur
hujan. hujan semalaman
tak ada suara serangga
hanya sesekali suara debur
air jalanan, dilindas mobil berlarian
selebihnya sunyi. hanya sunyi

malam kian sunyi, ketika
suara kentongan tiga kali telah berbunyi
kepul asap rokokku tinggal sisa terakhir
lalu air kopi pada cangkir, terasa
pahit getir. aku coba mengalir
arah masjid menuntun hati
tak terasa getir

malam sunyi kotaku
bertahun-tahun tanpa akhir

Ngawi, 16/4/2017

Hanya Ada Sepi

tanah basah di sini
hujan baru saja membasahi
barangkali?

malam begitu dingin
kabut merumput berupa embun
suara serangga seperti alun
melengkapi potret kotaku
sepinya menahun

ah……Ngawi
hanya ada sepi

Ngawi parak pagi, 16/4/2016

Tentang Ikan Di Kolam

ikan di kolam halaman rumah
telah membeningkan pikir
untuk tak berlaku kikir
jika kita mau berpikir

ikan di kolam halaman rumah
telah mengajarkan sabar
tak bermata nanar
apa lagi berlaku kasar

ada bunga menjalar
di kolam itu, telah pula
mengajarku bijak
hijau warna daunnya
mengusir galauku yang sesak
mengusir risauku menggelegak
putih warna bunganya
mencuci hati legam
tak lagi kelam

ikan di kolam itu adalah muaraku
bertanya, tentang hari-hari lelah
mengusir berjuta hari nan resah
bening suci hatiku terasah

Sumo, 94-2018

Di Kompleks
Balai Pemuda Surabaya

Konten Terkait:  Puisi Bontot Sukandar

*7 kwatrin sajak pendek

1
berkali-kali parkir
untuk dialog sejumput seni
berkali-kali mampir
mereguk hitamnya kopi
2
berdialog seni tanpa rokok
terasa cerita tentang hidup kurang seru
untuk sekedar memperpanjang dialog
asap rokok seperti kereta mendudu
3
asap rokok itu bergelungan
memenuhi ruangan, seperti
impian mereka berkejaran
terkadang tak tergapai tangan
4
kadang cerita bisa malang-melintang
sepanjang kalimas membelah surabaya
dari soal seni apa saja hingga dolly
dari soal cinta, bahkan agama
5
ketika suara adzan bergema
sebagian ada yang berangkat berjamaah
sebagian yang lain masih tetap cerita
tentang mimpi-mimpi mereka
6
sebagian mereka ada pamit-undur
sebagian yang lain makan
di warungnya Ning
meski mungkin bayar mundur
7
terkadang aku berpikir sendiri
pertemuan dialog semacam ini
adakah memuat manfaat
bagi hidup sehat?

Surabaya, 4/5/2015

Aming Aminoedhin, nama aslinya: Mohammad Amir Tohar, lahir di Ngawi, 22 Desember 1957, alumni Fakultas Sastra, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (1987) ini, aktif kegiatan teater, dan pernah menyandang predikat “aktor terbaik” festival drama se-Jatim tahun 1983 dari Teater Persada Ngawi, pimpinan MH. Iskan. pernah pula diberi predikat sebagai presiden penyair Jawa Timur, oleh doktor kentrung, Suripan Sadi Hutomo, almarhum. penggagas pentas, serta koordinator malam sastra surabaya atau malsasa sejak tahun 1989 hingga 2017. Lantas malsabaru, malam sastra bagi guru se jatim (2011), malsalis, malam sastra jurnalis, setra maslajaya, malam sastra Jawa Surabaya. (2014).

Ia masih menjabat biro sastra DKS (Dewan Kesenian Surabaya); ketua HP3N (Himpunan Pengarang, Penulis, dan Penyair Nusantara) Jawa Timur; koordinator FASS (Forum Apresiasi Sastra Surabaya); dan lainnya. Aming Aminoedhin, seringkali jadi juri baca puisi dan ceramah sastra di hampir semua kota wilayah Jawa Timur, serta baca puisi di berbagai kota: Malang, Blitar, Ngawi, Solo, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Ia koordinator pentas “MALSASA-X – RESTROPEKSI MALSASA” dan “Malsasa Sebelas “ di JX Expo Surabaya bertajuk “Lukisan Puisi” (2017).

Sekarang ia masih ketua FSBS (Forum Sastra Bersama Surabaya), dan pernah bekerja di Balai Bahasa Surabaya, yang berlokasi di Sidoarjo. alamat: Puri Mojobaru AZ-23 Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto 61352 – email: [email protected] atau [email protected] HP 081938843908 (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here