Aneka Jenis Duduk dalam Masyarakat Jawa

0
556

“Duduk’ (bahasa Jawa: lungguh, linggih, thengguk) diartikan sebagai suatu kegiatan pada waktu meletakkan tubuh dengan pantat sebagai tumpuan, disertai bermacam cara dan posisi anggota badan yang lain. Misal kaki lurus, ditekuk, mengantung, badan tegak lurus, condong ke depan atau ke belakang dan lain-lain. Dalam hal ini tidak ada aktivitas berpindah tempat.

Masyarakat Jawa mengenal berbagai cara duduk ini dengan berbagai macam sebutan pula. Sluku, duduk dengan kaki berjajar lurus dan tertutup. Sila punggung, duduk dua kaki dilipat silang, dengan kaki ditinggikan. Siduwa, duduk dengan posisi badan membungkuk kedua tangan bertumpu di lutut. Dan masih banyak lagi sebutan yang digunakan, baik yang saat ini masih dikenal, jarang digunakan maupun sudah tidak dikenal.

Koosep Makna 'Duduk' dalam Bahasa Jawa
Koosep Makna ‘Duduk’ dalam Bahasa Jawa

Beragam posisi duduk dalam masyarakat Jawa ini dipengaruhi oleh banyak hal, terutama suasana, tempat, situasi dan kondisi. Hal ini adalah salah satu cerminan budaya Jawa. Tentu saja ada beberapa posisi duduk yang dianggap tidak sopan, terutama bila dilakukan perempuan. Misal pekangkang, duduk dengan dua kaki lurus terbuka sangat lebar.

Buku ini berisi penjelasan tentang berbagai varian kata “duduk” dalam bahasa Jawa. Buku ini memberi peluang bagi generasi tua untuk ‘bernostalgia’ tentang varian kata duduk yang sudah jarang didengar atau bahkan dilupakan. Bagi generasi yang lebih muda merupakan kesempatan untuk mempelajarinya, terutama dari segi bahasa.

Judul : Kosakata Berkonsep Makna ‘Duduk’ dalam Bahasa Jawa
Penulis : Wiwin Erni Siti Nurlina
Penerbit : Azza Grafika, 2016, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : xiv + 96

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here