Puisi Daladi Ahmad

0
90

Mencari Kafilah

aku mencari kafilahku
di antara kafilah-kafilah berkuda
yang berhamburan dari gunung-gugung dan hutan
yang mengibarkan panji-panji nyala api

aku mencari kafilahku
yang semakin tenggelam
oleh hiruk-pikuk kafilah-kafilah hitam
yang dari jiwanya menjelaga kerak dendam dan kebencian

aku mencari kafilahku
diantara para kafilah berwajah kelam
dan berbalik arah menjauhi ufuk senja
memburu bayangan cahaya yang telah padam di ufuk timur

diantara deru kaki-kaki kuda dan gumpal hitam debu
aku mencari kafilah kecilku
yang berjalan kaki dengan perlahan
yang dari jejaknya mengalirkan mata air
membasahi padang-padang yang kering

diantara kilat hitam pedang para algojo
aku mencari pedang kecil kafilah kecilku
yang tebasnya tak mengalirkan darah
tapi bahkan mencahayai kegelapan

aku mencari kafilah terakhir
yang terpisah dari kafilah kecilku
yang dari getar bibirnya mengelopak embun
yang sorot matanya memekarkan cinta
yang ujung dagunya lekat dengan hati
yang jiwanya menganak sungai tasbih dan dzikir
yang tangan dan kakinya merimbunkan pepohonan

aku mencari kafilah kecilku
yang tersisa dari kafilah terakhir
yang jejak kakinya melurus ke kiblat
yang desah nafasnya mewangikan bumi
yang air matanya memataairi langit
yang peluhnya membenihkan bunga-bunga kesturi
hingga langit dan bumi bersaksi
takkan sekali-sekali Tuhan
memalingi dari rahmat dan keberkahan-Nya

Cermin Batu

lahar purba dan fosil-fosil tua
yang menyisakan batu-batu hitam berlumut
dan berjuta abad jejak kehidupan
adalah sebuah kabar
betapa waktu telah teramat uzur dan renta
tapi kita masih juga berdiri pada ujungnya yang rapuh
dengan menepuk dada dan berkacak pinggang
sedang ia sewaktu-waktu begitu mudah patah
mengempasremukkan segala keangkuhan dan kepongahan
: kita!

Kau

Kaulah teduh
muara segala labuh
pun yang paling lusuh
lagi keruh
: tak berkeluh

Kaulah cinta
penuh cabikan luka
tak berpaling muka
pun pada yang tak menghamba
: sempurna!

Kaulah rindu
dambaan para pemburu
hingga penghabisan waktu
hanya menuju-Mu
: satu!

Mimpi Di Ketika Terik Hari

ketika lidah bukan saja semakin tajam
tapi juga bertuba dan berbisa
masih adakah lagi asa
untuk tak sama-sama sakit dan terluka
ketika jiwa telah menjadi semakin tega
pada sesama pun saling memangsa
bumi damai manakah
yang masih bisa kita nikmati
sedang setiap jengkal tanah
tersembunyi jerat dan perangkap
lihatlah burung-burung putih
berbaris di pematang sawah
sama-sama menunggu berkah
petani membajak sawah
tak ada sengketa dan benci
tapi mengapakah kita
lebih suka mengobarkan nyala api
lihatlah rumput dan dedaunan
setia merawat keteduhannya
meski harus terpanggang matahari
menyetiai dingin sepi
ketika malam menghimpit hari
tapi mengapakah kita
memilih untuk saling meluka dan menyakiti
aku berkhayal,
andai saja tutur dan tingkah kita
setulus dan sebersahaja burung-burung
niscaya sejuk teduhlah selaksa bumi
tempat kita menyemai dan menuai kedamaian

Rindu Hingga Penghujung Waktu

sebelum rindu ini tumpah
biar kusimpan di secawan harap
waktu merapatkan jarak
meredakan dahaga jiwa yang
ingin bertemu

sampaipun rindu ini pecah
ingin kujaga dalam keteguhan
kuikat kukuh dan erat
seteguh bulan dan bintang
melayari malam

pada dinding hening diam
kuseru nyaring namamu
agar hanya namamu yang slalu kudengar
memantul menggema di dinding-dinding jiwaku
pada luas bentang langit

kulukis hanya keagunganmu
agar hanya dapat kulihat
segala yang elok tentangmu
dan takkan lelah aku menunggu
hingga di penghujung waktu

Daladi Ahmad dilahirkan di Sleman – Yogyakarta, tinggal di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Ia menulis karya berupa puisi, geguritan, dan menggubah puisi lagu. Karya-karya puisi dan geguritannya pernah dimuat di beberapa surat kabar nasional dan lokal. Selain menggubah puisi sendiri menjadi lagu, juga menggubah puisi karya orang lain, di antaranya puisi karya Prof. Dr. Irwan Abu Bakar (Malaysia). Juga mengikuti beberapa antologi puisi bersama, diantaranya Temu Sastra Malaysia – Yogyakarta, Lentera Sastra II (Asean), PMK (Puisi Menolak Korupsi), dll. Alamat Rumah : RT 03 / RW 03, Candi, Pakunden, Ngluwar, Magelang, Jawa Tengah 56485
Alamat Email : [email protected]
Nama akun FB : Daladi Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR