Perempuan dalam Bahasa Visual Citra Sasmita

0
170

Praktik marginalisasi perempuan dalam bentuk eksploitasi, diskriminasi, dan ketidakadilan masih terus terjadi di mana-mana sekalipun gempita demokrasi juga membahana. Budaya patriarki disinyalir menjadi salah satu unsur penyebab.

Budaya patriarki adalah sebuah cara pandang klasik dalam melihat eksistensi perempuan dimana peran laki-laki lebih diutamakan dan dianggap lebih tinggi dibandingkan perempuan. Stereotip superior dan inferior yang dilekatkan pada masing-masing gender diterima dan diwariskan menjadi semacam konstruksi sosial. Konstruksi sosial tersebut pada akhirnya melahirkan pola relasi yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan, baik dalam sistem sosial, budaya, politik, maupun hukum yang berlaku. Demikian salah satu nukilan pengantar dari Vina Puspita.

Figur Senja, acrylic on leather, 133 x 82 cm, 2018, karya Citra Sasmita-Foto-A.Sartono
Figur Senja, acrylic on leather, 133 x 82 cm, 2018, karya Citra Sasmita-Foto-A.Sartono

Melalui bahasa visual yang kaya akan simbol Citra Sasmita mengelaborasi persoalan identitas, stigma dan seksualitas yang dinarasikan imaji tubuh perempuan. Gagasan untuk menyuarakan pengorbanan, perjuangan dan harapan ia kemas dalam pameran tunggalnya yang diberi tema “Under The Skin”. Pameran ini diselenggarakan di Redbase Foundation Yogyakarta, Jurug, Bangunharjo, Sewon, Bantul yang diselenggarakan mulai 31 Maret-28 April 2018.

Pameran ini merupakan presentasi dari program residensi yang dijalani Citra Sasmita selama tiga bulan di Redbase. Pembukaan pameran juga diisi dengan tarian yang merespon tema pameran oleh penari muda berbakat, Ayu Permata Sari. Pameran juga dilengkapi dengan diskusi bersama tanggal 2 April 2018.

Suasana pameran Under The Skin di Redbase Foundation Yogyakarta-Foto-A.Sartono
Suasana pameran Under The Skin di Redbase Foundation Yogyakarta-Foto-A.Sartono

Citra Sasmita merupakan seniman muda kelahiran Tabanan, Bali, 30 Maret 1990. Ia menempuh pendidikan di Jurusan Sastra Inggris Universitas Udayana dan Jurusan Fisika di Universitas Pendidikan Ganesha. Meskipun tidak pernah mengambil pendidikan formal di bidang seni, ia mengawali karier keseniannya saat menjadi illustrator cerita pendek di Bali Pos sejak 2012. Karya-karyanya banyak mengangkat tema seputar dunia perempuan, terutama dalam konteks budaya Bali yang kental dengan nuansa patriarkis dan seksualitas.

Dalam masa residensinya selama tiga bulan di Redbase Foundation Yogyakarta ini Citra melakukan eksplorasi terhadap tema perempuan dalam konteks budaya Jawa yang terefleksi melalui hubungan sosial antara tubuh perempuan dengan ruang dan waktu. Citra melihat pasar tradisional sebagai ruang kontestasi sosial bagi perempuan yang bersifat cair sekaligus egaliter. Baginya pasar tradisional menjadi ruang yang terbuka untuk mempertemukan orang-orang dengan berbagai latar belakang.

Meski melakukan eksplorasi yang mendalam terhadap perempuan dalam konteks budaya Jawa pada sejumlah karyanya, Citra juga masih menggunakan idiom- idiom visualnya terdahulu. Baginya hal itu merupakan pengalaman tubuhnya dalam menyerap dua budaya yang berbeda. Pada sejumlah karyanya Citra menghadirkan figur-figur perempuan dengan benda-benda komoditas yang lazim kita jumpai di pasar, seperti serbet, daging, keranjang, dan lain-lain. Meskipun demikian, gambaran yang muncul bukanlah lukisan realistik yang menggambarkan perempuan dalam ruang pasar tradisional secara nyata.

The Fountain, bamboo, leather, and bell, diamter 50 cm, 2 panels, 2018, karya Citra Sasmita-Foto-A.Sartono
The Fountain, bamboo, leather, and bell, diamter 50 cm, 2 panels, 2018, karya Citra Sasmita-Foto-A.Sartono

Citra mengolah pengalaman dan hasil observasinya tersebut secara simbolik, sehingga pemaknaan terhadap karyanya menjadi lebih luas dan tidak terbatas. Hal itu sebagaimana tercermin dalam karya-karyanya yang bertema Under The Skin (di bawah permukaan kulit) yang berarti mengajak kita untuk menyelami perempuan pada tataran yang lebih dalam seperti psikologi, budaya, dan spiritualnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here