Empat Grup Musik di Sastra Bulan Purnama

0
94

Kali ini Sastra Bulan Purnama edisi 79, yang diselenggarakan Tembi Rumah Budaya, khusus menyajikan lagu puisi, yang puisinya diambil karya seorang perempuan penyair, yakni Nana Ernawati, selain penyair dia adalah Ketua Yayasan Seni dan Sastra Reboeng. Maka, antara Tembi dan Reboeng berpadu menyelenggarakan lagu puisi, yang diberi tajuk ‘Lagu Puisi Nana Ernawati’.

Pertunjukan dilakukan Senin, 2 April 2018 di Pendapa Tembi Rumah Budaya, deangan menampilkan empat grup atau kelompok musik. Personil dari masing-masing grup sudah sering tampil di Sastra Bulan Purnama, dan untuk kepentingan pertunjukan lagu puisi ini, ada yang membentuk grup sehingga sekaligus melengkapi personil dan alat musik.

Rimawan Ardono, atau yang biasa dipanggil Donas misalnya, sering mengisi Sastra Bulan Purnama dengan menggarap puisi penyair yang tampil dan hanya bermain sendiri dengan memetik gitar, terkadang ditemani Probo Wulandari sebagai vokal. Tetapi untuk kepentingan pentas lagu puisi ini, Donas membentuk grup yang diberi nama Swaara.

Swaara, demikian Donas menyampaikan, sebagai satu kelompok musik tidak dibebani konsep yang kelewat tinggi. Swaara muncul diramuan musik yang mencoba memahami makna dari keindahan puisi. Swaara mewakili denyut nadi nada-nada yang memiliki karakter berbeda untuk kemudian saling bergantung demi satu keindahan.

“Swaara adalah suara batin yang kemudian sepakat mengemasi keindahan. Swaara adalah udara yang berhembus dan disentuhi ranting-ranting puisi,” kata Donas.

Personil Swaara: Donas (gitar, vokal), Lim Hans (keyboard), Agung Pras (celo), Dodi Percil (perkusi), Onnie (biola), Probo W (vokal), Ami Simatupang (vokal). Swaara mengalunkan 3 lagu puisi karya Nana Ernawati masing-masing berjudul: ‘Angin Yang Bertamu 1’,’Suka Cita’ dan ‘Angin Yang Bertamu 2’.

Sashmyrat
Sashmyrat

Kelompok yang juga baru dibentuk namanya Sashmyrat, yang merupakan gabungan antara beberapa personil kelompok musik Ratna dan Sashmyta Wulandari, yang sering tampil menjadi vokal di beberapa grup, dan kali ini berkolaborasi dengan kelompok musik Ratna. Personil dari Sashmyrat: Sashmyta Wulandari (vokal), Imam (perkusi), Ipang (jundu) dan Gilang (bass). Ada 5 lagu yang dimainkan Sashmyrat masing-masing berjudul ‘Aku belajar mencintai darimu’, ‘Dialog Diam’, “Rabbana ya rabbana’, ‘Sajak Setangkai Mawar’ dan ‘Sajak Pageblug’.

Nocturne
Nocturne

Nocturne, sebagai kelompok musik belum pernah tampil di Sastra Bulan Purnama, tetapi personilnya ada yang beberapakali tampil membaca puisi dan main biola di Tembi. Kelompok ini sudah menggarap puisi Nana Ernawati menjadi lagu. Dalam kata lain, Nocturne tidak asing lagi dengan puisi-puisi Nana Ernawati.

Nocturne berdiri akhir tahun 2015 dan telah melahirkan satu album, berjudul Nocturne. Kelompok ini diperkuat oleh pemain dari berbagai perguruan tinggi, ISI, UGM, Janabadra dan UAD. Para pemain dibesarkan di daerah Blitong, Sumatera, Jawa dan Madura. Personil dari Nocturne: Afrizal (keybord), Anugrah (bass/gitar), Rendy (saxofon/kajon), Fahmi (biola). IH. Saputra (biola)/kajon), Welly (vokal) Sule Subaweh (vokal). Tiga puisi karya Nana Ernawati, adalah:‘Usai saat ibu seda’, ‘Kartu Pos dari Sebuah Kota’ dan ‘Puisi Kau Berubah menjadi Abadi’.

Ujug-Ujug Musik
Ujug-Ujug Musik

Ujug-Ujug Musik tampil terakhir dengan membawakan 6 lagu puisi Nana Ernawati, masing-masing berjudul ‘Aku Ingin’, ‘Berbincang Dengan Angin’, ‘Mata Elang’, ‘Sebuah Lagu Sebuah Hati’, Pintu-Pintu di Langit’ dan “Saatnya’.

Kelompok ini sudah berulangkali tampil di Sastra Bulan Purnama dengan menggarap puisi para penyair yang tampil di Sastra Bulan Purnama. Bahkan bisa dikatakan, Ujug-Ujug Musik ini lahir pada saat pentas di Sastra Bulan Purnama, dengan personil berganti-ganti, tetapi ada personil yang selalu tidak berganti yakni Ana Ratri (vokal), Yoyok (gitar). Pada penampilannya di Sastra Bulan Purnama edisi 79, selain dua nama sudah disebut di atas ditambah personil lain: Frans Arya (keyboard) Iqbal (biola), Robert (biola), Dani (biola), Syiffa (Backing vokal), Christine (backing vokal), Jack Aditya (video lirik), Kumbo (video lirik), Idrow Loewak (kru).

Lagu Puisi di Sastra Bulan Purnama selain meriah karena alunan musik, juga penuh warna lampu-lampu panggung. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR