30 Perempuan Gelar The Touch of Love di Museum Basoeki Abdullah

0
222
Seluruh Peserta Pameran
Seluruh Peserta Pameran

Sebanyak 30 perempuan dari usia 8 hingga 57 tahun berpameran dengan tajuk ‘The Touch of Love” di Museum Basoeki Abdullah, Jakarta, dari mulai Jumat, 23 Maret hingga 7 April 2018. Pameran ini sebagai sarana rekreasi jiwa sekaligus menjadi ‘rabuk nyowo’ atau pupuk jiwa setiap individu yang berwujud karya lukis.
Para pelukis perempuan ini berasal dari Jakarta, Magelang, Semarang, Bandung, dan sejumlah kota lain di Jawa Timur dan Jawa Barat. Salah satu dari 30 perupa tersebut berasal dari Vietnam, yaitu Nguyen Thi Kim Phuong. Sementara usia perupa termuda adalah Carolina Bhanurasmi Virginia Taylor (8 tahun).

Dalam pameran ini ada lebih dari 30 karya dipajang. Sejumlah lukisan bercerita tentang keindahan alam, cinta dan kasih sayang, ada juga gambar tokoh dan semangat perjuangan bangsa.

Carolina Pelukis Termuda
Carolina Pelukis Termuda

Menurut Timbul Raharjo, kurator pameran ini, upaya kepuasan atas hasil karya yang mereka buat tak pernah kenal kata salah. Karya-karya mereka telah memuaskan batin diri dan makin terpuaskan jika saat mereka sajikan untuk orang lain, akan muncul kepuasan lebih ketika mendapat apresiasi yang baik dari khalayak.

Kami Berbeda Kami Tetap Satu
Kami Berbeda Kami Tetap Satu

“Karya-karya wanita ini luas biasa, beberapa dari mereka bahkan tidak berpendidikan seni rupa, tetapi mereka intens meluapkan rasa lewat seni. Saya yakin seni telah menjadi media untuk mempererat batin,” tambahnya.

Pelukis paling muda, Carolina Bhanurasmi Virginian Taylor, tampak antusias memamerkan karyanya. Meski hanya tersenyum ia berdiri bangga di samping karya-karyanya yang dipamerkan dalam Touch of Love. Caroline mengaku menyukai seni lukis yang diajarkan langsung oleh mamanya yang juga turut berpameran bersamanya.

Lukisan Jokowi
Lukisan Jokowi

Karya unik lain adalah “Kami Berbeda, Kami Tetap Satu”. karya ini menggambarkan kerukunan lima perempuan penyandang disabilitas (tunarungu, tunadaksa, tunanetra, tuna grahita, downsyndrome ). Dalam lukisan ada tulisan “Aku Cinta Indonesia” yang menunjukkan rasa cinta Tanah Air dan gambar batik, nasi kuning, yang menjadi ciri khas Indonesia.

Konten Terkait:  Pameran Representasi, Mendiskusikan Kembali Perihal Kenyataan
Suasana Pameran
Suasana Pameran

Karya tersebut dibuat oleh Annisa Anggraini, seorang penyandang disabilitas, alumni Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Saat ini ia mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB). (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here