Kumpulan Dongeng untuk Menanamkan Budi Pekerti pada Anak

0
1026

Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Masyarakat Jawa kaya akan dongeng, bahkan dongeng tersebut sering dihubung-hubungkan dengan peristiwa yang benar-benar terjadi atau sejarah. Misalnya terjadinya nama suatu tempat, pamali atau pantangan di suatu daerah, dan lain-lain. Banyak peninggalan masa lalu bahkan suatu situs yang dihubungkan dengan cerita yang sesungguhnya tidak masuk akal atau dongeng. Jadi peninggalannya ada, tetapi kisah di balik peninggalan tersebut adalah khayalan.

Dongeng biasanya diceritakan kepada anak-anak, baik di lingkungan keluarga, masyarakat atau sekolah. Dalam dongeng terkandung nilai-nilai pendidikan yang penuh dengan teladan. Oleh karena itu dongeng dapat dijadikan sarana untuk mendidik budi pekerti anak. Seringkali cerita dalam dongeng dibuat terselubung, tidak langsung pada maksud dan tujuan. Sehingga orang yang ingin mengetahui lebih lanjut dan apa sebenarnya tujuan dongeng tersebut harus mengupas dan mempelajari sendiri atau bertanya pada yang lebih tahu.

Dongeng dapat berfungsi untuk menghibur hati. Apalagi kalau yang bercerita pandai menirukan atau memerankan tokoh-tokohnya, ceritanya terasa ringan, tetapi tetap berisi sehingga mudah untuk diingat. Dongeng juga dapat dijadikan sarana untuk mengenalkan dan menjaga alam sekitar.

Buku ini berisi berbagai dongeng sejarah yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan karya guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).Guru adalah sosok ikut berperan dalam membentuk kepribadian anak, salah satunya melalui kegiatan mendongeng. Tentu saja guru harus bisa menjelaskan mana yang benar-benar sejarah dan mana yang khayalan. Dongeng sejarah dalam buku ini ada 63 buah yang diambil dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Judul                  : Kumpulan Dongeng Sejarah (Basa Jawa)
Penulis               : Jadmiko, S.Pd,Si, dkk
Penerbit             : Arindo Nusa Media, 2017, Yogyakarta
Bahasa              : Jawa
Jumlah halaman : xii + 454

Konten Terkait:  Permainan Anak-anak yang Ditinggalkan Zaman

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here