Tiba-tiba Inem yang Menghebohkan Malioboro Datang ke Tembi

1
137
Inem Ikut Menawarkan Menu Angkringan Tembi-Foto-A.Sartono
Inem Ikut Menawarkan Menu Angkringan Tembi-Foto-A.Sartono

Pada Jumat, 2 Maret 2018 perempuan yang menamakan dirinya Inem datang ke Tembi Rumah Budaya. Inem pada Januari 2018 sempat mengagetkan publik Yogyakarta karena ia tiba-tiba muncul begitu saja di Malioboro dengan rias dan dandanan yang aneh. Inem berjalan-jalan di Malioboro dengan dandanan/rias yang disebut dandanan edan-edanan.

Edan-edanan adalah bagian dari sebuah prosesi perarakan atau kirab pengantin. Biasanya edan-edanan diperankan/ditarikan oleh laki-laki dan perempuan sebagai pasangan edan-edanan, namun hal ini bukan sesuatu yang mutlak. Intinya, edan-edanan disertakan dalam prosesi pengantinan sebagai penolak bala atau simbol harapan dan usaha agar segala sesuatu yang buruk dijauhkan. Agar pengantin dan keluarganya dihindarkan dari segala musibah.

Inem dengan dandanan dan rias semacam itu kemudian berjalan-jalan di Malioboro untuk menarik perhatian, utamanya pada para generasi muda Yogya. Ia ingin mengedukasi generasi muda dalam hal tata krama dan sopan santun. Ia mencoba menyapa orang-orang di Malioboro dengan bahasa Jawa krama dan krama inggil.

Dengan cara itu ia seperti ingin mengingatkan generasai muda atau siapa pun yang ditemuinya untuk bisa bersikap santun dan berbahasa (Jawa) yang baik dan benar. Baginya, bahasa Jawa di Yogya adalah bagian dari identitas dan karakter masyarakat Yogya yang istimewa. Istimewa itu kiranya bukan hanya predikat, namun mewujud dalam hakikat dan melekat. Hal demikian salah satunya dapat diwujudkan dengan pembinaan tata krama dan bahasa (Jawa) yang baik dan benar. Itulah Inem yang sempat pula diusir oleh petugas keamanan di Malioboro karena dianggap mengganggu. Namun Inem bertahan karena ia merasa tidak mengganggu, tetapi justru memberikan hiburan dan edukasi.

Kedatangan Inem ke Tembi juga tidak diinfokan lebih dulu. Ia muncul begitu saja, yang oleh orang Jawa dikatakan sebagai “mak bedunduk”. Memang sengaja untuk memberikan kejutan. Banyak orang di Tembi memang terbengong-bengong dengan kehadiran Inem yang sekonyong-konyong itu.

Inem Menikmati Teh di Angkringan Tembi-Foto-A.Sartono
Inem Menikmati Teh di Angkringan Tembi-Foto-A.Sartono

“Kuwi sapa Mas ?” (Siapa itu Mas ?) “Niku sinten je Pak kok mpun dandan. Ajeng wonten pentas tari napa Pak ? (Itu siapa Pak kok sudah berdandan. Akan ada pementasan tari Pak ?)

Demikian beberapa pertanyaan dari orang-orang yang ada di Tembi saat itu yang kebanyakan merupakan orang tua siswa STAT (Sanggar Tari Anak Tembi). Kebetulan saat itu memang sedang ada kursus tari. Tembi pun menjelaskan bahwa Inem adalah guru tari di STAT yang tidak lain bernama Made Dyah Agustina. Ketika hal itu disampaikan, maka orang yang bertanya tersebut semakin terkejut karena tidak menyangka. Ternyata riasan dan dandanan memang memang bisa mengelabui orang.

Dengan sifat keibuannya Inem menghibur anak-anak di Tembi-Foto-A.Sartono
Dengan sifat keibuannya Inem menghibur anak-anak di Tembi-Foto-A.Sartono

Inem bahkan juga menawarkan dagangan angkringan Tembi kepada pengunjung. Ia juga menghibur anak-anak yang berdatangan ke Tembi. Tak pelak orang-orang dewasa pun pada tersenyum melihat Made “Inem” Dyah Agustina ini yang dalam kesehariannya memang berwajah manis, namun dalam dandanan Inem menjadi demikian lucu karena dengan sengaja ia mendeformasi penampilan wajahnya yang manis dengan wajah “inem” yang diambil dari fenomena edanb-edanan. Inem ke mana lagi engkau akan datang ? Beri kami kejutan yang menggembirakan. (*)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR