Potret Nusantara dalam Rangkuman Seni Tradisi

0
181
Aksi menghibur dari Asrama Mahasiswa Jember-foto-Indra
Aksi menghibur dari Asrama Mahasiswa Jember-foto-Indra

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggagas acara yang bertajuk Etnomusiklopedia #3: Art in Education and Entertainment dengan tema “Pesona Etnonesia – Ragam Budaya Dendang Nusantara”. Tema ini dipilih sebagai upaya merajut keberagaman budaya dalam bentuk sajian pertunjukan dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara yang terselenggara pada 5 – 9 Maret 2018 ini menjadi salah satu bukti betapa kaya negeri ini. Dalam setiap pertunjukan menghantarkan dalam sebuah makna maupun wacana. Decak kagum tak terelakan, bagaikan membuka etalase yang penuh berlian. Mayoritas para penampilnya pun berusia muda yang sadar betul akan pentingnya nilai-nilai tradisi. Tak terlihat raut terpaksa dalam setiap aksinya, jujur dan memberi sebuah presentasi apik dalam menikmati sebuah seni tradisi.

Biramanata menjadi salah satu bintang tamu Musiklopedia #3-foto-Indra
Biramanata menjadi salah satu bintang tamu Musiklopedia #3-foto-Indra

Menyajikan pertunjukan seni tradisi dari berbagai daerah seperti Aceh, Banyuwangi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dll, acara ini merupakan wujud bakti dari mahasiswa seni kepada masyarakat dan upaya merumuskan peran mahasiswa seni di tengah masyarakat global. Selain itu perhelatan ini juga menyelenggarakan beberapa program dalam rangkaiannya, yakni : Lomba Sastra Lagu Nusantara, Pementasan Komunitas Seni, Pameran Produk Seni, Pentas Kampus ISI se-Indonesia, Seminar Kebudayaan serta bazar.

Kental dengan nuansa Melayu-foto-Indra
Kental dengan nuansa Melayu-foto-Indra

Etnomusiklopedia #3 merupakan prgram dua tahunan dari HMJ. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan teori-teori maupun kecakapan berkesenian yang dipelajari secara akademis dalam dunia bermasyarakat nyata. Dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan, Etnomusiklopedia #3 diwujudkan dan dijunjung bersama sebagai sumbangsih lembaga pendidikan kesenian pada masyarakat, memulangkan kembali kesenian itu pada rahimnya yaitu : masyarakat itu sendiri.

Pertunjukan Barong Using Banyuwangi-foto-Indra
Pertunjukan Barong Using Banyuwangi-foto-Indra

Dalam perkembangan teknologi yang kian tak terbendung, ada baiknya kekhawatiran akan seni tradisi tetap dibatasi. Kesenian itu berkembang dan mempunyai publik di kalangan masyarakat yang bersangkutan. Baik melalui sekolah ataupun lembaga sosial-tradisi kesenian itu hidup dan berkembang. Yang tetap harus terjaga yaitu pengertian bahwa seni tradisi merupakan puncak prestasi kultural yang harus menjadi landasan kehidupan budaya nasional Indonesia. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here