Puisi Lukas Jono

0
133

Anjing-anjing dalam puisiku

Menyalak luka di dinding-dinding imajinasi,
Aku menjadi sakau dibuatnya menjerit
Tiap kalimat yang aku buat menjadi puisi yang aku bawa dalam jeruji hatiku
Mengendus jaman dalam mimpi-mimpi malam
Tak dibuatnya aku seperti anak malang
Tiap purnama terus mengeluarkan liur-liur kebatinan

Tingkir, 3,8,2017

. Kidung-kidung purnama

Setelah siang begitu lelah,
Menjelang malam hingga subuh,
Dijaga.

Luka disembuhkan,
Senandung-senandung,
Bagaikan sel-sel pembaruhan

2,10,2017

Teluk imajinasi

Kutemukan atmosfer kehidupan melebih perjalanan seorang manusia
Kapal-kapal pujangga berlabuh dalam mimpi
Mencari nas-nas kesunyian
Gujarat tak sebanding saudagar langit membawa mahkota jiwa
Para saudaraku dari segala ujung alam semesta selalu bersandar di sana

Tingkir,31,3,2017

Banyak pena

Berselingkuh pada takdirnya
Di sana pena bisa berubah-rubah kelamin

Bila aku pinjamkan pada sobat
Aku tak rikuh
Tapi, bahagia

Banyak pena

Bernapas sesak
Bila uang menilam hati manusia

Jalan sunyi dipertaruhkannya
Sebuah bibir
Dibangunkan istana jiwa
Tetap saja berbahagia
Membagi cinta
Di cakrawala
Berkawan
Perlu menyediakan peluru untuk bersekolah di ujung seberang

Tingkir13,4,2017

Manusia

Manusia
Itu puisi

Membangun kamar-kamar ilusi
Menaruh barang-barang imajinasi di meja makna
Dimakan rayap-rayap jiwa
Menjadi bau sedap
Menjadi abu yang bisa menghinggapi segala dilewati

Manusia
Itu puisi

Dalam meja perjamuan cinta tak terbatas
Makin tua meranggas kata-kata
Dalam dahan hati

Manusia
Itu puisi
Di gerbang jati diri
Dan bersorak-sorai mengagungkan dirinya
Dongeng jadikan kawannya

Tingkir, 23,4,2014

Lukas Jono bergiat di beberapa komunitas sastra seperti Penulis Ambarawa, Pawon Sastra Solo, Open Mind, Linikreatif. Ia produktif menulis puisi, yang sudah diterbitkan dalam dua antologi yakni Sajak Tingkir (yang dikuratori mendiang Korrie Layun Rampan) dan Konsonan. Ikut beberapa antologi puisi: Jadilah Terang, Mengenang 8 Tahun Lapindo, Ambarawa Seribu Wajah, Ukoro Geni, Ambarawa di Ujung Pena, Kepada Buku yang Terbakar, Jendela dari Koloni, dll. No HP 085743953138.

Konten Terkait:  Puisi Matroni Musèrang

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here