Oyong sebagai Inspirasi Penciptaan Keramik Agus Munir Mudhofar

0
153
Berdoa, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, teknik slab, coil, pinch, 26 x 12 cm, 2017, karya Agus Munif Mudhofar-Foto-A.Sartono
Berdoa, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, teknik slab, coil, pinch, 26 x 12 cm, 2017, karya Agus Munif Mudhofar-Foto-A.Sartono

Tanah liat di setiap daerah mempunyai karakter sendiri-sendiri. Tanah liat Sukabumi merupakan salah satu jenis tanah liat stoneware yang mampu dibakar sampai 1200 derajat Celsius. Stoneware dapat dimaknai sebagai keramik berbahan dasar tanah liat yang bersifat silica (kaca) yang dapat berubah secara fisik karena dibakar pada suhu tinggi.

Stoneware dapat juga diartikan sebagai keramik yang dapat dipanasi dalam suhu tinggi dan vitrifikasi (perubahan material menjadi kaca/menggelas) dan tidak berpori. Secara ringkas stoneware diartikan sebagai jenis tanah liat yang bersifat plastis, refraktori, susutnya rendah, butirannya halus, dapat dibakar pada suhu kisaran 1200-1300 derajat Celcius. Selama ini berbagai jenis tanah liat tersebut banyak dimanfaatkan untuk pembuatan keramik, baik dalam skala besar maupun kecil. Stoneware Sukabumi menjadi salah satu bahan material yang banyak dipilih untuk hal tersebut.

Guyub, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, teknik slab, coil, pinch, 20 x 14 cm, 2017-Foto-A.Sartono
Guyub, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, teknik slab, coil, pinch, 20 x 14 cm, 2017-Foto-A.Sartono

Stoneware Sukabumi itulah yang menjadi bahan utama yang digeluti oleh Agus Munir Mudhofar untuk mewujudkan kreasi dan daya ciptanya guna memenuhi tugas akhirnya di Jurusan Kriya Seni, ISI Yogyakarta. Karya Agus ini kemudian dipamerkan tanggal 16-29 Januari 2018 di Gedung Kriya Lantai II ISI Yogyakarta. Agus mendasarkan inspirasi ciptaannya dari buah gambas (oyong/trememes) yang dalam bahasa Latin disebut Luffa acutangula. Jika menilik pilihan Agus pada bahan material berupa stoneware Sukabumi maka dapat dimengerti karena material ini memiliki karakter tidak bersifat rapuh pada saat kering. Selain itu material ini juga mudah dibentuk, sangat plastis dan menghasilkan warna abu-abu tua pada suhu matangnya.

Introvert, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, teknik slab, coil, pinch, 23 x 26 x 13 cm, 2017, karya Agus Munif Mudhofar-Foto-A.Sartono
Introvert, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, teknik slab, coil, pinch, 23 x 26 x 13 cm, 2017, karya Agus Munif Mudhofar-Foto-A.Sartono

Gambas merupakan komoditas sayuran minor. Gambas merupakan tanaman menjalar. Bentuk daunnya menjari dan berbulu halus. Batangnya panjang dan berakar tunggang serta berakar samping yang kuat. Ciri buahnya berwarna hijau berbentuk memanjang seperti terong atau mentimun. Buahnya berusuk atau memiliki tekstur atau garis-garis vertikal.

Konten Terkait:  Matra Award 2018: Kebangkitan Seniman Kriya
Motivator, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, teknik slab, coil, pinch, 30 x 15 cm, 2017, karya Agus Munif Mudhofar-Foto-A.Sartono
Motivator, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, teknik slab, coil, pinch, 30 x 15 cm, 2017, karya Agus Munif Mudhofar-Foto-A.Sartono

Berdasarkan inspirasi itu Agus kemudian mewujudkan kreasinya serta memamerkannya dalam bingkai tema Gambas dalam Penciptaan Teko Keramik. Di bawah bimbingan dosen Dr Timbul Raharjo M Hum dan Arif Suharsono Msn, Agus menciptakan tujuh buah karya teko keramik dan asesori kelengkapannya (cangkir).

Orator, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, 20 x 15 cm, teknik slab, coil, pinch, 2017-Foto-A.Sartono
Orator, tanah liat stoneware Sukabumi, glasir, 20 x 15 cm, teknik slab, coil, pinch, 2017-Foto-A.Sartono

Seperti penciptaan karya kriya seni yang lain, Agus juga harus mempertimbangkan fungsi-fungsi praktis atas karyanya. Sebab apa yang diciptakannya bagaimanapun ditujukan untuk dapat fungsional dan bukan hanya memenuhi fungsi nilai pajang belaka. Untuk itu tentu harus ada pertimbangan dan perhitungan-perhitungan tertentu atas ciptaan keramiknya yang mengacu pada bentuk, konstruksi, dan warna gambas untuk dapat ditampilkan sebagai teko (wadah minuman) yang sungguh memenuhi fungsinya sekaligus tampil dengan kepenuhan nilai seninya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here