Angelica Liviana Membawakan Musik Alternatif dalam Album Perdananya

0
221
Album Moods Angelica Liviana, Foto Dokumentasi Pribadi
Album Moods Angelica Liviana, Foto Dokumentasi Pribadi

Karya-karya musik klasik Mozart, Chopin, Hayden, dan lainnya biasanya banyak kita dengarkan di dalam album musik yang dibawakan oleh berbagai musisi klasik baik dalam mapupun luar negeri. Angelica Liviana, pianis yang berlatar belakang genre musik klasik asal Jakarta ini justru memberikan interpretasi yang berbeda. Pengalamannya melakukan eksplorasi terhadap berbagai jenis genre seperti pop, kontemporer dan musik tradisi, telah membawanya berimajinasi liar dalam bermusik; sehingga dalam album perdananya, ia justru membawakan karya-karya musik alternatif yang telah dirilis akhir tahun 2017.

‘Moods’ adalah judul album wanita yang akrab dipanggil Livi ini. Ia ingin mengeksplorasi sisi personalnya lewat musik dengan nuansa kontemplatif, segar dan inspiratif. Livi melibatkan karya-karya baru komposer-komposer muda Indonesia yaitu Gardika Gigih Pradipta, Alfian Emir Adytia, Vishnu Satyagraha, Catra Henakin dan Puput Pramuditya. Album nya pun mendapat dukungan dari Ananda Sukarlan, dan mengizinkan karyanya ‘Dalam Doaku’, untuk memperkaya Album Moods.

Flowers, Flying in The Water, Dalam Doaku, Time, Space, Perjalanan, dan Gelisah merupakan judul-judul lagu dari Album Moods. Dari karakter pemainan Livi dalam album tersebut, menginterpretasikan pribadi dari seorang livi yang anggun, melankolis tetapi juga lincah. Gelisah’, karya Alfian Emir Adytia, dipilih Livi sebagai lagu terakhir dalam album tersebut yang mempresentasikan Indonesia. Lagu ini mengangkat unsur musik tradisi Jawa Barat, dengan mengolaborasikan piano dengan cello dan kendang sunda. Permainan piano dipadu ritem khas kendang sunda dengan gesekan cello ini terdengar sangat ekspresif.

Angelica Liviana dalam peluncuran Album Moods Desember 2017, Foto Dokumen Pribadi
Angelica Liviana dalam peluncuran Album Moods Desember 2017, Foto Dokumen Pribadi

Dalam pembuatan album ia tidak mendapat kendala yang sulit ketika rekaman berlangsung. “Semua yang terlibat sangat memberikan energi positif, serius dan profesional”, kata Livi saat ditemui Tembi di Jakarta Pusat pekan lalu. Dalam rekamannya, Livi melibatkan Armiya Husein (flute), Iqbal Harja (violin), Alfian Adytia (cello), Rendi Indrayanto (viola), Hana Azizia (soprano vokal), Kumbang (baritone vokal), dan Gigin Ginanjar (kendang Sunda) untuk berkolaborasi. Livi menjelaskan kepda Tembi, bahwa Rekaman berlangsung hanya dalam satu hari secara live recording.

Angelica Liviana, Foto Dokumen Pribadi
Angelica Liviana, Foto Dokumen Pribadi

Sebagai pianis bergenre Klasik, Livi menjelaskan kemungkinan bahwa Album Moods adalah album piano pertama di Indonesia yang menampilkan karya-karya baru komponis-komponis Indonesia. Untuk ke depannya Livi sudah memikirkan untuk pembuatan album kedua yang berbeda dan bervariasi. Livi juga menjelaskan, goal-nya bukan untuk mencari pasar dan ketenaran. Tetapi memiliki dokumentasi pribadi yang bisa ia simpan sampai nanti.

Menerima musik apa pun untuk didengarkan dan dimainkan, menjadikan Livi bisa seimbang dan tidak bosan sebagai musisi yang berlatar belakang musisi klasik. “Caraku untuk tidak bosan, seimbang, mendengarkan musik apa saja seperti jazz, pop, kontemporer dan sebagainya,” kata Livi.

Angelica Liviana sedang bercerita kepada Tembi, Foto Oleh Natalia S
Angelica Liviana sedang bercerita kepada Tembi, Foto Oleh Natalia S

Dalam berkarier sebagai musisi dan guru piano selama belasan tahun, pencapaian dalam satu sampai dua tahun kedepan, Livi sedang mempersiapkan untuk membuat sekolah musik. Livi pun akan terus meng-upgrade kemampuan bermain piano dan menambah jam terbang dalam pertunjukan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR