Pameran Koleksi Museum Memeringati 69 Tahun Serangan Oemoem 1 Maret

0
123
Koleksi peralatan perang dalam agresi militer II di Yogyakarta dalam pameran museum di Benteng Vredeburg Yogyakarta-foto-suwandi
Koleksi peralatan perang dalam agresi militer II di Yogyakarta dalam pameran museum di Benteng Vredeburg Yogyakarta-foto-suwandi

Ada fakta menarik, salah satu wilayah di Bantul yang ikut dibumihanguskan oleh Belanda setelah Agresi Militer II adalah Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu. Bukan hanya para pejuang yang dibunuh, tetapi rakyat biasa juga ikut menjadi korban. Bahkan ayah tiri Letkol Suharto bernama R Atmoprawiro (ayah Probosutedjo) ikut menjadi korban kebrutalan Belanda. Rumah-rumah penduduk juga ikut dibakar.

Dalam peristiwa itu ada 202 orang terbunuh. Jasadnya dimakamkan di pemakaman Somenggalan. Pembumihangusan Dusun Kemusuk dilakukan oleh Belanda, karena ingin mencari Letkol Suharto (kelak menjadi presiden RI ke-2), salah satu tokoh penting di balik perang gerilya dan SO 1 Maret 1949. Namun yang dicari tidak ada, maka dihancurkanlah Dusun Kemusuk.

Suasana pameran museum peringatan SO 1 Maret di museum Benteng Vredeburg Yogyakarta-foto-suwandi
Suasana pameran museum peringatan SO 1 Maret di museum Benteng Vredeburg Yogyakarta-foto-suwandi

Suharto yang kala itu berpangkat Letkol adalah salah satu pejuang yang sangat dicari-cari oleh Belanda karena memimpin perang gerilya di wilayah Yogyakarta setelah Agresi Militer Belanda yang ke-2. Ia juga salah satu tokoh penting di balik peristiwa Serangan Oemoem atau SO 1 Maret 1949 (ejaan sekarang: umum) di samping Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Jenderal Sudirman.

Foto seputar agresi militer II yang dipamerkan dalam pameran museum di Benteng Vredeburg Yogyakarta-foto-suwandi
Foto seputar agresi militer II yang dipamerkan dalam pameran museum di Benteng Vredeburg Yogyakarta-foto-suwandi

Dalam peristiwa itu, Letkol Suharto bertindak sebagai pemimpin serangan umum yang terjadi 69 tahun lalu. Akibat dari SO 1 Maret itu, TNI menguasai Yogyakarta selama 6 jam, dan akhirnya membuka mata bagi PBB. Dari peristiwa itu pula, akhirnya Belanda dipaksa oleh PBB untuk kembali melakukan perundingan dengan Republik Indonesia.

Koleksi foto perjanjian-perjanjian Belanda-Indonesia selama agresi militer I dan II dalam pameran museum di Benteng Vredeburg-foto-suwandi
Koleksi foto perjanjian-perjanjian Belanda-Indonesia selama agresi militer I dan II dalam pameran museum di Benteng Vredeburg-foto-suwandi

Rangkaian kisah peristiwa SO 1 Maret 1949 itulah yang kiranya hendak disampaikan oleh Yayasan Kajian Citra Bangsa kepada generasi muda Yogyakarta melalui Pameran Koleksi Museum yang diselenggarakan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pada tanggal 1—6 Maret 2018.

Ada beberapa foto lawas dipajang di pameran itu yang menggambarkan Agresi Militer Belanda ke-2, SO 1 Maret 1949 hingga perjanjian-perjanjian penting seputar peristiwa Agresi Militer Belanda. Demikian pula dengan foto tokoh-tokoh pejuang Indonesia juga ikut dipamerkan. Beberapa koleksi asli yang berkaitan dengan tema SO 1 Maret 1949 juga ikut dipajang, seperti mesin jahit, bala pecah, topi baja, sarung pistol, pedang, alat dapur, keris, dan jam dinding. (*)

Konten Terkait:  Tugu Pal Putih Yogyakarta Dirancang oleh Orang Belanda

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here