1.500 Bambu Runcing di Monjali untuk Mengenang SO 1 Maret 1949

0
103
Bambu runcing berbendera merah putih menghiasi setiap sudut Monjali sejak 1 Maret 2018 dalam peringatan SO 1 Maret 1949-foto-suwandi
Bambu runcing berbendera merah putih menghiasi setiap sudut Monjali sejak 1 Maret 2018 dalam peringatan SO 1 Maret 1949-foto-suwandi

Rakyat Yogyakarta selalu merayakan peringatan pada tanggal 1 Maret. Untuk memperingati 69 tahun Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949, Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali) mencanangkan hadirnya 1.500 bambu runcing dan tercatat dalam rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Setiap bambu runcing diberi bendera merah putih dan disusun mengelilingi bangunan kerucut Monjali.

Bambu runcing dihadirkan dalam perayaan kali ini, karena bambu runcing termasuk salah satu senjata yang digunakan oleh para prajurit dan rakyat Indonesia, termasuk juga dalam perjuangan serangan umum 1 Maret 1949 yang terjadi di Yogyakarta. Dari serangan umum itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama rakyat dapat menguasai wilayah Kota Yogyakarta selama kurang lebih 6 jam. Dengan serangan umum dan terjadi kemenangan 6 jam itu, cukup membuat PBB percaya, bahwa pemerintahan Republik Indonesia (RI) dan TNI masih eksis. Dengan demikian, Belanda didesak untuk kembali mengadakan perundingan dengan Indonesia di bawah pengawasan PBB.

Pengelola Museum Monjali diwawancarai saat suasana upacara peringatan SO 1 Maret 1949 di Monjali-foto-suwandi
Pengelola Museum Monjali diwawancarai saat suasana upacara peringatan SO 1 Maret 1949 di Monjali-foto-suwandi

Hadirnya 1.500 bambu runcing di Monjali sekaligus mengingatkan kepada generasi muda Indonesia, bahwa perjuangan para pahlawan bangsa melawan Belanda dilakukan dengan semangat tinggi, walaupun dengan senjata yang seadanya. Nilai membela bangsa sampai titik darah penghabisan itulah yang seharusnya tetap dimiliki oleh generasi sekarang, agar Indonesia tetap utuh, jauh dari perpecahan.

Sebelum pencanangan 1.500 bambu runcing dan dikukuhkan oleh MURI, dilakukan upacara bendera tepat hari Kamis 1 Maret 2018 di pelataran Museum Monjali. Upacara peringatan SO 1 Maret diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk veteran, pelajar, para santri, dan birokrat. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film Serangan Umum 1 Maret di ruang serba guna Monjali. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here