Mahasiswa Jepang Serius Belajar Budaya Jawa

0
220
Para mahasiswa Jepang menyimak teks dan instruksi dalam latihan karawitan di Tembi-Foto-A.Sartono
Para mahasiswa Jepang menyimak teks dan instruksi dalam latihan karawitan di Tembi-Foto-A.Sartono

Pada hari Rabu, 28 Februari 2018 Tembi Rumah Budaya kedatangang serombongan tamu mahasiswa dari Jepang yang sedang melakukan multicultural study di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Rombongan yang terdiri dari 14 orang ini melakukan wisata budaya di Tembi dengan mengambil paket belajar membatik, menari, dan karawitan. Bagi mereka paket-paket itu merupakan bagian dari studi mereka tentang kebudayaan lain di luar diri mereka di mana mereka bisa mengalami langsung, mempraktekkannya serta berinteraksi langsung dengan sumber terkait.

Para mahasiswa Jepang sedang mencanting pola batik yang dibuatnya di Tembi-Foto-A.Sartrono
Para mahasiswa Jepang sedang mencanting pola batik yang dibuatnya di Tembi-Foto-A.Sartrono

Oleh karena itu, tidak aneh jika mereka mempelajarinya dengan serius. Bukan sekadar sebagai sesuatu yang menyenangkan belaka. Lebih dari itu. Mereka inging mengenal, mengerti, dan menguasai serta “masuk” ke dalamnya.

Para mahasiswa Jepang latihan karawitan di pendapa Tembi-Foto-A.Sartono
Para mahasiswa Jepang latihan karawitan di pendapa Tembi-Foto-A.Sartono

Kaho, salah satu mahasiswi yang berasal dari Osaka, mengaku kesulitan belajar gamelan. Ia memainkan instrumen kempul dan gong. “It’s difficult, verry difficult,” katanya. Padahal sesungguhnya ia dapat dengan cepat menguasai instrumen itu. Sekalipun ia berkata seperti itu, namun ia merasa sangat senang dapat belajar karawitan di Tembi. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih.

Para mahasiswa Jepang sedang mencanting pola batik yang dibuatnya di Tembi-Foto-A.Sartrono
Para mahasiswa Jepang sedang mencanting pola batik yang dibuatnya di Tembi-Foto-A.Sartrono

Bahasa diplomatik antara dua negara atau antargenerasi dua negara menjadi demikian cair jika dilakukan dalam bingkai budaya. Studi-studi multikultural menjadi sarana dan kunci utama untuk memahami berbagai perbedaan antarbangsa dan negara dimana hal demikian tidak dapat dilakukan pada ranah hubungan diplomasi politik yang cenderung kaku dan formal. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here