Blue Band dan Lux Dulu Beriklan dalam Bahasa Jawa

0
954
Iklan Sabun Lux pada majalah Kejawen
Iklan Sabun Lux pada majalah Kejawen

Sabun merek Lux dan mentega merek Blue Band ternyata sudah beredar di Nusantara, khususnya tanah Jawa, sedari Indonesia belum merdeka, alias saat masih dijajah Belanda. Produsen dua produk ini menggaet konsumen, antara lain melalui iklan di media massa, sebagaimana masih dilakukan hingga kini.

Iklan dua produk itu, antara lain ditampilkan di Majalah Kejawen, majalah yang dicetak oleh penerbit Bale Pustaka Batavia (kini Jakarta). Mengingat majalah tersebut berbahasa dan berhuruf Jawa, yang tentu saja pembacanya adalah orang Jawa, maka iklan sabun pembersih tubuh Lux juga disajikan dalam bahasa Jawa, pada majalah Kejawen terbitan 17 November 1937, halaman 1447.

Bunyi iklan sabun Lux begini: “Pakean bagoes gampang dibeli tapi…. panggange sae gampil panoembasipoen, nanging paraen sae ingkang langkoeng preloe, sagedipoen maketan manawi koelit pandjenengan dipoen openi kalajen sae”, yang artinya “Pakaian yang bagus mudah untuk dibeli, tetapi wajah yang bagus lebih penting, untuk dapat demikian kulit anda perlu dirawat dengan baik.” Selanjutnya kata persuasif pada bagian terakhir iklan Lux “sesekaring film kaben 10 ingkang saboenan Lux 9”, artinya “Setiap 10 bintang film yang menggunakan sabun Lux ada 9.”

Iklan Blue Band pada majalah Kejawen
Iklan Blue Band pada majalah Kejawen

Sama halnya dengan iklan Blue Band pada Majalah Kejawen terbitan 21 November 1938 halaman 2371 juga berbahasa Jawa. Pada iklan produk Blue Band ditampilkan produk bentuk kaleng bulat pipih yang dibandrol f1.20. pada kalimat iklannya tertuliskan kata persuasif “lengen kalih kijat-kijat, otot kados kawat dijalaran boten kekeringan vitamine”, artinya “kedua lengan kuat-kuat, seperti kawat karena tidak kekurangan vitamin.”

foto isi majalah Kejawen - Bachtiarudin Alam
foto isi majalah Kejawen – Bachtiarudin Alam

Iklan Blue Band juga menawarkan hadiah menarik dengan cara mengumpulkan catatan transaksi pembelian Blue Band lalu ditukarkan untuk mendapatkan hadiah barang yang menarik, dengan gaya bahasa Jawa “bon-bon projogi dipoen simpen, kalintokaken barang presenan ingkang sae.”

Konten Terkait:  Kartun Mas Bekel
Cover depan Isi majalah Kejawen
Cover depan Isi majalah Kejawen

Koleksi iklan-iklan dalam majalah Kejawen cukup banyak terarsip rapi di Museum Tembi Rumah Budaya, Bantul, Yogyakarta. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here