Interpretasi Kasih dalam Launching Single Seroeni

0
139
Diawali dengan prosesi tumpengan-foto-Indra
Diawali dengan prosesi tumpengan-foto-Indra

Tak heran rasanya jika kaum muda saat ini memiliki segudang kegiatan yang bertujuan dalam rangka pencarian jati diri maupun tujuan sebuah pencapaian. Mewarnai masa muda dengan berbagai aktivitas mempunyai keasyikan tersendiri yang notabene tidak ditemukan dalam kegiatan belajar di sekolah.

Seperti halnya yang dilakukan oleh sekumpulan pemuda yang tergabung dalam kelompok seni Seroeni. Ya, kelompok yang digawangi oleh Unggul (boning), Vian (gambang & boning), Andu (vokal), Andra (kendang), Cemara (gitar & vocal) dan Sekar (biola) ini terbentuk sejak tahun 2015. Menurut mereka Seroeni berarti Suaraning Ati Manunggaling Uni kalimat jawa yang berarti ‘suara hati yang bersatu dalam bunyi’.

Bertempat di angkringan Wayang Ukur, Jl Tamansiswa, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta Seroeni sukses meluncurkan single dan video clip pertamanya bertajuk ‘Kasih’ pada tanggal 10 Februari 2018. Single kali ini mengadaptasi dari cerita Ramayana, mengangkat petikan pengalaman pribadi yang lekat dengan kehidupan remaja. Kisah asmara nampaknya masih memegang peran utama dalam karya tersebut. Siapa sangka, pengemasan acara kali ini justru jauh dari ekspektasi kebanyakan orang selama ini dan jauh dari kesan hingar bingar. Acara berlangsung dalam balutan tradisi Jawa, bahkan sebelum memasuki acara inti dilakukan prosesi tumpengan.

Sesi bincang-bincang bersama Anon Soeneko (berkacamata) dan Ari Wulu (bertopi)-foto-IndraSelain pemutaran video clip dan penampilan Seroeni, digelar pula sesi bincang-bincang dengan menghadirkan dua orang narasumber Anon Soeneko dan Ari Wulu. Kedua narasumber tersebut sepakat bahwa perpaduan irama dari berbagai sumber berbeda merupakan sebuah wujud persatuan. Sedangkan ‘Kasih’ dalam single ini nampaknya bermakna luas dan mendalam.

Unggul, pentolan kelompok Seroeni sedang berbagi cerita tentang proses kreatif yang berlangsung selama ini-foto-Indra
Unggul, pentolan kelompok Seroeni sedang berbagi cerita tentang proses kreatif yang berlangsung selama ini-foto-Indra

“Kasih merupakan satu hal dalam hidup manusia yang paling misterius, tetapi membuat manusia ingin lebih dalam mempelajarinya. Kasih sangat diidam-idamkan namun cenderung malu untuk diungkapkan,” terang Ari Wulu. Dalam momen ini Anon Seoneko mengungkapkan bahwa acara tersebut digelar pada saat yang tepat, ketika momen kasih seakan mahal harganya.

Seroeni merupakan gambaran anak-anak muda yang mampu dan berani menerjemahkan kasih dengan interpretasi dan pemikiran sendiri serta mengelola perasaan dengan mengesampingkan ego pribadi. Dengan begitu kaum muda tak segan untuk memaknai identitas diri dengan cara yang lebih jujur. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here