Testimoni Pelukis Legendaris Indonesia terhadap Acara Tino Sidin

0
157
Testimoni Affandi untuk Tino Sidin-foto-suwandi
Testimoni Affandi untuk Tino Sidin-foto-suwandi

Siaran acara “Gemar Menggambar” Tino Sidin di TVRI Yogyakarta dan TVRI Pusat Jakarta yang berlangsung rutin selama 20 tahun (1969—1989), tak lepas dari kritikan sejumlah seniman. Tetapi banyak juga yang mendukungnya, di antaranya adalah tiga pelukis legendaris Indonesia, yakni Affandi, Basuki Abdullah, dan S Sudjojono.

Ketiga pelukis legendaris tersebut sudah tidak diragukan karya-karyanya. Namun begitu, mereka tetap menghormati kegiatan seniman lain, seperti Tino Sidin ketika membuat acara Gemar Menggambar lewat media elektronik televisi. Hal itu dilakukan Tino Sidin untuk mendekatkan seni lukis kepada generasi muda, terutama anak-anak. Ketiga pelukis itu tidak mencela, tetapi sebaliknya mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Tino Sidin.

Testimoni Basuki Abdullah untuk pelukis Tino Sidin-foto-suwandi
Testimoni Basuki Abdullah untuk pelukis Tino Sidin-foto-suwandi

Dukungan ketiga pelukis itu dituliskan dalam secarik kertas yang saat ini masih bisa dijumpai di Museum Tino Sidin Yogyakarta. Affandi, dalam tulisan tangannya, memberi semangat, dengan menuliskan “Pendapat saya mengenai gemar melukis oleh Sdr Tino sudah pasti baik, yang perlu sebetulnya kita, hasilnya nanti beberapa tahun lagi. Jadi yang pasti saya bilang baik, tunggu hasil lanjutnya.” Komentar itu ditulis tahun 1985 dan disertai sketsa wajah Affandi.

Basuki Abdullah menyemangati dengan kata-kata “Pak Tino acaranya betul menggembirakan tua dan muda, dan caranya coretan Pak Tino itu kok mendadak jadi tidak usah memikir lama, saya saja tak mungkin, sekian. Basuki”. Di bagian atas terdapat sketsa burung dan sepertinya tanda tangan Basuki.

Testimoni pelukis S Sudjojono untuk acara Tino Sidin-foto-suwandi
Testimoni pelukis S Sudjojono untuk acara Tino Sidin-foto-suwandi

Pelukis S Sudjojono mengomentari acara Tino Sidin dengan kata-kata “Pendapat saya tentang acara tv sdr Tino Sidin, saya setuju. Bagaimanapun ini adalah suatu usaha menggairahkan cinta pada seni rupa. Demikianlah, selamat bekerja, Tin, wassalam, senantiasa.” Komentar itu ditulis tanggal 21 Agustus 1985. Di bawahnya juga terdapat sketsa wajah dan tanda tangan pelukis Sudjojono.

Konten Terkait:  Kamus Bahasa Indonesia – Bahasa 4 Daerah

Itulah beberapa komentar pujian dan penyemangat dari para pelukis legendaris terhadap rekan seprofesinya yang patut dicontoh oleh profesi-profesi lainnya, termasuk juga para politisi. Sebaiknya memberi pujian dan penyemangat daripada mencela. Koleksi penyemangat itu bisa dijumpai di Museum Tino Sidin Yogyakarta. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here